
Museum Seni Islam Doha Foto: Wikipedia
Warisan tersebut tampik dalam berbagai bentuk
JIC, JAKARTA — Peradaban Islam mewariskan peninggalan yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Peninggalan tersebut tampil dalam beragam bentuk, salah satunya dalam bentuk karya seni.
Keanekaragaman bentuk seni dekoratif Islam sangat mengagumkan, mulai dari ukiran kayu yang indah di era Fatimiyah pada abad ke-11 dan 12, tenunan karpet Utsmaniyah dari abad ke-15, dan seterusnya, hingga barang pecah belah yang dihasilkan para pengrajin di Andalusia pada abad ke-14 dan 15. Keindahan dan detail luar biasa karya-karya tersebut membuktikan betapa tingginya peradaban Islam di masa lalu.
Meski umurnya telah berabad-abad, banyak peninggalan tersebut yang masih terawat baik dan dapat kita lihat di berbagai museum. Di Los Angeles County Museum of Art misalnya, terpajang lebih dari 1.700 potong karya Islami, yang menjadikannya sebagai koleksi penting seni Islam di AS. British Museum, London, juga menampilkan banyak karya seni Islam, yang mencakup karya seni dari seluruh masa sejarah Islam. Nah, kini mari sambangi tiga museum lainnya.
Museum Seni Doha
Diresmukan pada 2008, museum ini menyimpan dan memamerkan karya-karya seni Islam dari abad ke-7 sampai ke-19. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari tekstil, keramuk, manuskrip, artefak, logam, kaca, gading, dan bebatuan berharga.
Museum yang sekarang menjadi salah satu magnet wisata di Doha, Qatar, ini dirancang oleh arsitek berkebangsaan Amerika Serikat kelahiran Cina, Ieoh Min Pei. Dia dikenal sebagai arsitek ‘jenius’ yang merancang piramida kaca Museum Louvre di Paris, Prancis. Secara arsitektur, Museum Seni Islam di Doha yang memadukan konsep bangunan kuno dan modern inipun dikagumi banyak kalangan.
Selain menyimpan koleksi seni Islam, museum inipun kerap menggelar diskusi, seperti diskusi mengenai kesenian dan pengetahuan sejarah Islam. Museum Seni Islam ini juga memiliki fasilitas yang lengkap. Ada auditorium, perpustakaan, toko buku, restoran, taman, kolam, dan tempat bermain anak-anak. Di dekat museum, tersedia pula tempat parkir untuk kapal-kapal pesiar, karena museum ini terletak di tepi laut.
sumber : republika.co.id