Home News Update Dunia Islam WARISAN PERADABAN DI MUSEUM SENI ISLAM (2)

WARISAN PERADABAN DI MUSEUM SENI ISLAM (2)

0
465

Museum Lovre Paris

JIC, JAKARTA- Meski berada di negeri yang mengagung-agungkan sekularisme, Museum Louvre di Paris, Prancis, juga memiliki ribuan koleksi karya seni Islam. Sejak 18 September lalu, museum ini memiliki tempat khusus untuk memamerkan benda-benda seni yang berasal dari kebudayaan Islam.

Berada di atas lahan seluas 3.000 meter persegi, sayap baru di Museum Louvre itu menyimpan sekitar 3.000 benda seni Islam dari abad ke-7 hingga 19. Benda-benda tersebut dikumpulkan dari berbagai tempat yang dulu menjadi pusat kejayaan Islam, seperti India, Iran, Mesir, Andalusia, dan juga Suriah.

Misalnya, karpet India yang dibuat pada masa Dinasti Mughal di abad ke-16, miniatur lukisan dari Iran yang menggambarkan kisah Seribu Satu Malam, bejana-bejana perak dan emas dari Mesir dan Suriah yang berasal dari tahun 1330-1340 M.

Sayap baru yang pembangunannya menelan biaya 100 juta euro ini didanai oleh Pemerintah Prancis dan beberapa negara Islam, seperti Arab Saudi, Maroko, Kuwait, Oman, dan Azerbaijan.

Pangeran Arab Saudi Waleed bin Talal melalui Alwaleed Foundation mendonasikan 20 juta dolar AS untuk proyek ini. Diharapkan, karya-karya seni Islam tersebut bisa menumbuhkan rasa saling memahami dan toleransi dari para pengunjung.

Bayt Alquran dan Museum Istiqlal

Dibuka untuk umum pada 20 April 1997, Bayt Alquran dan Museum Istiqlal (BQ&MI) menempati areal seluas 20.013 meter persegi  di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. BQ&MI merupakan perpaduan dua lembaga berbeda namun dalam kesatuan konsep.

Bayt Alquran, yang berarti rumah Alquran, memamerkan koleksi yang berkaitan dengan Alquran. Sebut saja, misalnya, manuskrip Alquran, Alquran cetakan, terjemahan dan tafsir Alquran, serta karya seni dan tradisi Qurani. Di ruang pamer Bayt Alquran terdapat Mushaf Istiqlal yang menjadi primadona pada Festival Istiqlal II 1995. Ada pula Mushaf Wonosobo, yang merupakan Alquran terbesar hasil kreasi dua santri Ponpes al-Asy’ariah, Wonosobo, Jawa Tengah, juga Mushaf Sundawi dan Mushaf Malaysia.

Sedangkan Museum Istiqlal menyajikan koleksi karya seni budaya bangsa yang bernapaskan Islam. Misalnya, manuskrip keagamaan, tekstil, nisan, seni rupa tradisional, seni rupa modern, dan warisan budaya Islam lainnya. Koleksi di BQ&MI merupakan karya-karya unggulan para ulama dan intelektual Muslim nusantara sejak abad ke-17 sampai 20.

Selain ruang pamer, BQ&MI dilengkapi beragam fasilitas pendukung seperti  auditorium, perangkat audiovisual, ruang kelas, dan balkon.

 

 

sumber : republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 2 =