Home Khazanah Islam MEMULIAKAN TAMU, CERMIN TINGKAT KEIMANAN

MEMULIAKAN TAMU, CERMIN TINGKAT KEIMANAN

0
366

JIC – Bertamu dan saling mengunjungi dapat menjadi sarana penguatan hubungan sesama Muslim. Rasa persaudaraan dan kekeluargaan dapat semakin kental. Mungkin, ada sebagian dari kita yang kadang merasa risih menerima tamu. Ketika ada orang datang berkunjung, muka terlihat masam.

Jika kita mengalami hal itu, sebaiknya segera mengubah diri. Karena akan ada banyak faedah yang hilang ketika tamu merasa tidak nyaman berkunjung ke rumah kita. Hadist Muttafaq Alaihi menyebutkan Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda mengenai pentingnya memuliakan tamu.

Barangsiapa yang beriman kepada Allah SWT dan kepada hari kiamat, maka hendaknya menghormati tamunya.”

Hadits ini menjelaskan keutamaan memuliakan tamu. Bahkan, perbuatan ini menjadi cermin tingkat keimanan seseorang.

Perlalukan Tamu Secara Sama

Sangat dianjurkan menyambut tamu dengan senyuman ramah. Lalu, menyuguhkan makanan semampunya dan mengajak berbincang ringan. Setiap tamu tidak perlu mendapat penghormatan yang berbeda. Mereka yang datang ke rumah kita adalah orang yang wajib dihormati.

Sebisa mungkin kita tidak membedakan para tamu. Mereka yang memiliki rezeki berlebih sebaiknya dihormati sebagaimana tamu dengan rezeki yang kekurangan. Dalam Surat Al Hujurat ayat 13, Allah SWT berfirman,

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”

Sumber : dream.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 − 1 =