Home News Update Islam Indonesia BIJAK MEMILIH DAI DAN USTADZ (2)

BIJAK MEMILIH DAI DAN USTADZ (2)

0
353

JIC, JAKARTA—-Di era media sosial di mana setiap orang bisa mengekspresikan pendapatnya lewat tulisan, foto atau video, kemampuan retorika atau pembuatan konten yang menarik kadang lebih penting dibandingkan dengan kapasitas keilmuan.
Inilah salah satu pangkal dari persoalan ketika para dai yang yang hanya memiliki ilmu agama yang pas-pasan, tetapi mampu menyampaikannya dengan menarik sehingga akhirnya mereka memperoleh popularitas.
Kebijakan di televisi yang didasarkan pada rating juga menggunakan indikator yang sama, yaitu faktor kemenarikan para dainya. Namun, ketika dihadapkan pada persoalan agama yang rumit, terbukti kemampuan mereka kurang memadai.
Para dai yang ilmunya cukup lumayan pun tetap dituntut untuk terus mengembangkan dan memperbaharui pengetahuannya. Popularitas membuat mereka sibuk dengan undangan ceramah ke sana kemari. Dalam satu hari, mereka bisa berceramah di tiga tempat yang berbeda. Hal ini membuat mereka lelah secara fisik dan mental.
Sementara itu, teknologi menyebabkan ceramah bisa didengarkan dari mana saja. Akibatnya, pengulangan-pengulangan tema yang sama dengan diksi yang sama menjadi tidak menarik. Hanya dai yang benar-benar kreatif dan mumpuni yang mampu terus bertahan menghadapi tuntutan jamaah akan kebaruan dan kesegaran dakwahnya.
Bagi banyak orang, apa yang disampaikan oleh para dai sesungguhnya bukan pengetahuan baru karena hal tersebut sudah sering mereka dengar. Ketika ceramah terkait dengan Maulid Nabi, maka yang disampaikan berputar tentang kelahiran Rasulullah. Saat Isra Mi’raj, maka tema utama adalah perjalanan Nabi ke Sidratul Muntaha.
Para pendengar sesungguhnya ingin mengingat kembali atau bahkan sekadar ingin mendengarkan uraian materi agama dengan cara yang segar. Karena itu, dai-dai yang menyampaikan ceramah dengan cara serius kurang laku di publik. Para ahli ilmu agama bergelar profesor dan doktor yang mengajar di berbagai perguruan tinggi Islam kalah populer dengan dai-dai muda tapi mampu mengemas ceramahnya dengan menarik.
sumber : nu.or.id

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen − 6 =