
Sayyad Milne, 14
JIC, JAKARTA– Sayyad Milne bercita-cita menjadi pemain sepak bola saat dia besar nanti.
Pada hari Jumat, dia sedang berada di Masjid Al Noor bersama ibunya. Sang ayah mengatakan pada media Selandia Baru pada Sabtu (17/3), “Saya belum mendengar secara resmi bahwa dia sudah meninggal, namun sekarang saya tahu karena dia sudah diidentifikasi.”
“Saya ingat pertama kali melihatnya saat bayi. Saya hampir kehilangan dia waktu dia dilahirkan. Dia adalah prajurit kecil pemberani. Ini sangat sulit, melihat dia ditembak oleh seseorang yang tidak peduli terhadap orang lain.”
“Saya tahu di mana dia berada sekarang. Dia sudah tenang.”
Saudara tiri Sayyad, Brydie Henry mengatakan pada reporter dia terlihat “terbaring di lantai masjid, tubuhnya berlumuran darah“.
“Dia hanyalah bocah Kiwi (Selandia Baru) biasa,” kata Brydie.
Naim Rasyid, 50
Naim Rasyid berasal dari Abbottabad di Pakistan. Dia bekerja sebagai guru di Christchurch.
Hak atas fotoFAMILY HANDOUT
Dalam video penyerangan di masjid Al Noor, Naim Rasyid terlihat berusaha melumpuhkan sang pelaku.
Rasyid terluka parah dalam serangan teror tersebut. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Kementerian Luar Negeri Pakistan mengonfirmasi kematiannya. Dia disebut sebagai pahlawan.
Saudara Rasyid, Khursyid Alam, mengatakan bangga dengan apa yang dilakukan adiknya.
“Dia adalah seorang pemberani. Saya mendengar dari beberapa orang di sana, ada saksi mata… mereka mengatakan dia menyelamatkan beberapa orang karena mencoba menghentikan pelaku,” kata Alam kepada BBC.
“Ini sangat sulit bagi kami. Dia dianggap pahlawan dan kami bangga, tapi ini juga musibah. Rasanya seperti kehilangan anggota tubuh.”
Rasyid akan dimakamkan di Christchurch, alih-alih di kota kelahirannya.
Talha Rasyid, 21
Talha adalah putra tertua Naim Rasyid. Dia baru berusia 11 tahun saat keluarganya pindah ke Selandia Baru.
Kematiannya juga dikonfirmasi Kementerian Luar Negeri Pakistan.
Teman-temannya mengatakan Talha baru saja mendapatkan pekerjaan dan akan segera menikah.
“Beberapa hari lalu, saya berbicara pada Naim Rasyid, dia mengatakan rencananya untuk datang ke Pakistan dan menikahkan putranya,” kata paman Talha di Lahore.
Adapun putra Naim Rasyid lainnya kini tengah dalam perawatan di rumah sakit.
Farhaj Ahsan, 30
Berkewarganegaraan India, Farhaj Ahsan pindah ke Selandia Baru dari Hyderabad 10 tahun lalu dan berprofesi sebagai insinyur.
Dia punya dua anak yang masih kecil, anak perempuan berusia tiga tahun dan bayi laki-laki berusia enam bulan.
Otoritas Selandia Baru telah menginformasikan kematiannya pada keluarganya, sebut saudara Farhaj, Kasyif, kepada BBC.
“Tidak ada yang membayangkan di Selandia Baru, negara yang cinta damai, terjadi peristiwa seperti itu,” ujar Sayiduddin, ayah Farhaj, pada BBC Telugu.
sumber : bbcindonesia.com











