JIC – Perpustakaan Masjidil Haram, Makkah menggunakan teknologi ozon dan perangkat berbasis ozon untuk mendisinfeksi manuskrip dan buku sejarah. Ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk menekan penyebaran virus corona (COVID-19).
Perpustakaan yang memiliki 15 bagian ini menawarkan layanan digital, audio dan internet. Perpustakaan berisi buku-buku langka yang berasal dari abad kedua Hijriah. Termasuk di antaranya “Al-Mustatab,” “Majmaa Al-Anhur Fi Sharh Multaqa Al-Abhur” dan “Al-Ashbah Wal Nazaer.”
Kepala Unit Sanitasi Perpustakaan Masjidil Haram, Khaled Al-Zahrani, mengatakan bahwa semua buku didisinfeksi menggunakan teknologi modern setelah dibaca oleh pengunjung dan peneliti.
“Perangkat tersebut menampung 100 buku, diletakkan bersebelahan. Butuh waktu sekitar delapan jam untuk mendisinfeksi semua buku dan membersihkannya dari bakteri dan zat berbahaya,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Arab News, Ahad (13/12/2020).
Al-Zahrani menjelaskan, unit menerima buku secara berkala. Buku-buku diangkut melalui kendaraan pengangkut yang dikemas lengkap. Kemudian buku ditempatkan langsung di dalam perangkat untuk dibersihkan dan kemudian dikembalikan ke daerah yang dituju.
Dia mengatakan bahwa alat itu bekerja dengan menarik oksigen ke dalamnya. Lalu mengubahnya menjadi sinar ozon, yang berkontribusi pada pelestarian kualitas kertas dan disinfeksi lengkapnya.
Pengendalian lingkungan pada bangunan tempat menyimpan koleksi budaya telah lama diakui sebagai langkah terbaik untuk menjamin kelestarian benda tersebut. Gas ozon mengandung oksidan tinggi yang mampu membunuh mikroorganisme, termasuk beberapa bakteri dan virus.
Selain itu, gas ozon tidak meninggalkan residu beracun, tidak seperti banyak larutan pembersih industri.
Kepala Departemen Manuskrip Perpustakaan Masjidil Haram, Adel Eid, mengatakan bahwa perangkat itu memiliki tiga fungsi utama. Yaitu desinfeksi sinar ozon, penghilang debu melalui penyedotan, dan debu menggunakan bantalan khusus yang halus untuk mengawetkan manuskrip.
Sementara itu, Direktur Layanan Perpustakaan, Ayman Al-Sahli, menyebut perpustakaan tersebut telah menerima lebih dari 1.900 pengunjung sejak umrah kembali dibuka.
Dia mengatakan jumlah pengunjung di galeri bacaan melebihi 50 orang per jam, dan aula menampung antara 15 hingga 20 orang sesuai dengan prosedur yang dipersyaratkan.
Perpustakaan memiliki ruang baca yang cukup untuk pria dan wanita, layanan meja anak-anak, pusat penerjemahan dan penelitian, penyimpanan berteknologi tinggi, pengiriman dan penerimaan folder.
Ada pula koleksi khusus dan alat multimedia, serta layanan khusus menggunakan metode ilmiah terbaru. Kemudian ada manuskrip dan perpustakaan digital, departemen rehabilitasi dan restorasi naskah kuno serta ruang administrasi yang memadai.
Sumber : gomuslim.co.id












