Serial Ayat-Ayat Pendidikan
Oleh:
Arief Rahman Hakim, S.Sos. M.Ag || Kasubdiv Pendidikan dan Pelatihan PPIJ
Dalam aktifitas sehari-hari kita menjumpai kondisi yang berbeda, terkadang dirasa tidak ada masalah di hari ini, namun besok atau lusa merasa ada sesuatu yang mengganjal hati bahkan meresahkan. Banyak orang memerlukan bantuan dan perlindungan kepada sesamanya, padahal ada Allah ta’ala yang Maha Melindungi.
Omar Suleiman dalam bukunya Malaikat di Sisi Kita (Angels in Your Presence) menjelaskan bahwa setiap muslim diiringi satu setan dan empat malaikat; dua malaikat pencatat amal dan dua malaikat yang senantiasa menjaga baik dari depan atau dari belakang.
لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia
[ar-Ra’d (13) : 11]
Setidaknya ada tiga pesan Allah swt di ayat ini, pertama, yaitu Allah swt memberikan mandat kepada para malaikat agar senantiasa mengikuti manusia ke manapun dia berada untuk menjaganya yaitu di depan atau di belakangnya. Kedua, sesungguhnya perubahan kondisi seorang hamba diawali inisiatifnya di dalam berikhtiar dan berazam sepenuh hati untuk sebuah perubahan maka Allah swt akan menetapkan qadha-Nya. Ketiga, jika Allah swt akan menimpakan keburukan, musibah, azab kepada sebuah bangsa maka tidak akan ada yang mampu melindunginya.
Ibnu Katsir di dalam Lubabut Tafsir min Ibnil Katsir menjelaskan bahwa setiap orang mempunyai Malaikat yang bergiliran menjaganya, ada penjaga siang hari dan ada penjaga malam hari, menjaga mereka dari kejahatan dan kecelakaan. Selain itu ada juga para Malaikat lain yang bergiliran mencatat perbuatannya, baik dan buruk, ada Malaikat yang bertugas malam dan ada yang bertugas siang, ada dua Malaikat di kanan dan di kiri yang mencatat amal perbuatan manusia. Yang di sebelah kanan bertugas mencatat perbuatan baik dan yang di sebelah kiri bertugas mencatat perbuatan buruk. Masih ada dua Malaikat lain yang menjaga, satu di depan dan satu lagi di belakang.
Menurut Hasan Basri, kalimat مُعَقِّبَٰتٌ adalah empat Malaikat yang bertemu saat salat subuh.
Rasulullah saw bersabda,
Malaikat-malaikat bergiliran mengikuti kalian, pada malam hari dan siang hari, mereka berkumpul pada waktu salat subuh dan salat asar, lalu naiklah kepada-Nya Malaikat yang sebelumnya berada bersama kalian, dan Allah menanyakan kepada mereka sedang Allah Maha Mengetahui keadaan kalian, bagaimana kalian meninggalkan hamba-hamba-Ku? Mereka menjawab, Kami mendatangi mereka sementara mereka sedang salat, dan kami meninggalkan mereka sementara mereka pun sedang salat
{HR. Bukhari]
Allah swt tidak akan mengubah nikmat atau bencana, kemuliaan atau kerendahan, kedudukan, atau kehinaan, kecuali jika hamba itu mau mengubah perasaan, perbuatan, dan kenyataan hidup mereka. Maka Allah swt akan mengubah keadaan diri mereka sesuai dengan perubahan yang terjadi dalam diri dan perbuatan mereka sendiri. Meskipun Allah swt mengetahui apa yang bakal terjadi dari mereka sebelum hal itu terwujud, tetapi apa yang terjadi atas diri mereka itu adalah sebagai akibat dari apa yang timbul dari mereka. Jadi, akibat itu datangnya belakangan waktunya sejalan dengan perubahan yang terjadi pada diri mereka. Hal ini sebagaimana dijelaskan Sayyid Qutb di dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an.
Terkait dengan keburukan atau musibah yang Allah swt timpakan kepada sebuah bangsa termasuk wabah penyakit, Syaikh Wahbah az-Zuhaili di dalam Tafsir al-Munir menjelaskan, tiada yang akan bisa menolak dan menghalaunya. Ada pendapat apabila Allah swt menghendaki sebuah keburukan terhadap sebuah bangsa. Allah membutakan mata mereka hingga mereka pun memilih perbuatan yang mengundang azab dan melakukannya. Lalu mereka pun berjalan menuju kebinasaan hingga salah seorang dari mereka meraba-raba untuk mencari kematiannya dengan telapak tangannya. Dia terus berjalan menuju tempat eksekusi dirinya. Tiada tempat berlindung dan tiada pula seorang penolong bagi siapa pun dari kehendak dan azab Allah swt.
Ketika Ali bin Abi Thalib diberitahukan bahwa Suku Murad akan menyerangnya, ia berkata, Mereka tidak dapat menyakitiku, kecuali Allah swt telah menetapkannya. Karena Allah swt telah menugaskan Malaikat-malaikat pelindung untuk setiap orang, satu-satunya momen seseorang bisa dilukai adalah ketika para Malaikat itu diperintahkan Allah swt untuk mundur.
Dan Abdullah bin ‘Abbas mengatakan, Karena ketaatan kepada Allah swt, para malaikat akan melindungimu dan berada di sana untukmu. Mereka hanya akan menjauh jika Allah swt menentukan sebaliknya.
Momentum Rajab dan Sya’ban mari digunakan untuk mempersiapkan bekal menuju tamu agung Ramadan. Jika kita taat kepada Allah dan terus mendekat kepada-Nya, pertolongan akan senantiasa datang dan akan terasa ringan semua penderitaan, perjuangan, beban-beban yang dirasa menghimpit, dan apa pun yang membuat hati merasa tertekan. Allah ta’ala senantiasa melindungi, memberikan rahmah, menjawab seluruh rintihan dan rengekan para hamba-Nya yang salih dan salihah.
Semoga Allah ta’ala bersama para Malaikat-Nya senantiasa melindungi kita dan keluarga di manapun dan kapan pun. Allahumma Aamiin ya Rabb.












