Bengkulu (islamic-center.or.id)–Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menegaskan lima pilar strategis yang menjadi arah perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menghadapi tantangan kebangsaan dan dinamika global.
Berdasarkan rilis yang diterima Mediaislam.id, Senin (3/8/2026), Gus Rozin menilai sebagai organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, NU perlu terus memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan kontribusi nyata bagi bangsa dan dunia.
Ia menjelaskan, lima pilar tersebut meliputi penguatan ukhuwah nahdliyah, kemandirian organisasi, penguatan peran sebagai masyarakat sipil (civil society), modernisasi sistem pendidikan, serta perluasan kiprah internasional NU.
Pertama, NU harus mempererat ukhuwah nahdliyah melalui penguatan solidaritas dan kesatuan gerak warga Nahdliyin dari tingkat akar rumput hingga Pengurus Besar. Menurutnya, persatuan fikrah dan amaliyah menjadi fondasi penting bagi ketahanan organisasi.
Kedua, NU didorong semakin mandiri dengan mengoptimalkan potensi ekonomi warga dan memperkuat tata kelola organisasi yang profesional. Kemandirian tersebut dinilai penting agar NU dapat menjalankan misi dakwah, sosial, dan kemanusiaan secara berkelanjutan.
Ketiga, NU menegaskan posisinya sebagai shohibul hukumah, yakni mitra strategis sekaligus pemberi masukan kritis bagi pemerintah. Dalam peran itu, NU mendukung kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan rakyat, sembari menjalankan fungsi kontrol sosial secara konstruktif.
Keempat, Gus Rozin mendorong penguatan sistem pendidikan yang terintegrasi di lingkungan NU, mulai dari pesantren hingga perguruan tinggi. Sistem tersebut diharapkan mampu memadukan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, wawasan kebangsaan, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing global.
Kelima, ia menegaskan bahwa kiprah internasional merupakan bagian dari jati diri NU sejak awal berdirinya. Diplomasi Komite Hijaz menjadi salah satu bukti sejarah peran ulama NU dalam percaturan dunia. Karena itu, NU akan terus memperkuat diplomasi perdamaian dan menyuarakan Islam rahmatan lil ‘alamin di tingkat global.
Melalui lima pilar tersebut, Gus Rozin menegaskan komitmen NU untuk terus menjadi pilar kebangsaan sekaligus memperkuat kontribusinya dalam membangun perdamaian dunia.*












