BAGAIMANA ISLAM DAN MENGHAFAL QURAN MEMBANTU TAHANAN BERTAHAN HIDUP DI TAZMAMART ‘PENJARA NERAKA DI BUMI’ SELAMA 18 TAHUN (2)

0
320
Keterangan gambar : Raja Hassan mengeklaim tak soal kondisi yang sebenarnya di penjara bawah tanah Tazmamart.

JIC,— “Bagi kami, lebih baik mati daripada berada hidup di dalam penjara. Jadi, kami sepertinya malah senang ketika tahu ada kawan yang meninggal,” katanya.

Tapi, mengapa Aziz dan kawan-kawannya harus menjalani penahanan kejam ini?

Michael Willis, ahli Maroko di Universitas Oxford, Inggris, memperkirakan Raja Hassan II sangat murka, yang membuat para pekaku kudeta harus dihukum seberat-beratnya. Pelaku kudeta seakan-akan dipaksa menjalani penderitaan hebat yang sangat panjang.

“Raja Hassan mengeklaim tidak tahu soal kondisi penjara yang menjadi tempat penahanan para tentara. Mungkin ini semua disebabkan oleh rasa marah yang sangat besar dan keinginan untuk balas dendam terhadap orang-orang yang telah mengkhianati dirinya,” ujar Willis.

“Juga untuk menjadi pelajaran bagi militer atau pihak-pihak yang mencoba melakukan kudeta terhadap dirinya,” katanya.

Melihat kejamnya kondisi penjara, bisa dimengerti jika kemudian disimpulkan bahwa peluang untuk keluar dalam kedaan hidup sangat tipis.

Dari 58 tentara yang dijebloskan ke penjara Tazmamart, lebih setengahnya meninggal dunia.

Aziz bisa bertahan di kondisi yang mengenaskan selama 18 tahun. Ia mengatakan, ia banyak dibantu dengan keyakinan agama. Di penjara ini, sebagai pemeluk Islam, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Allah semata.

Penyerahan total. Tak pernah sedetik pun ia meragukan eksistensi Tuhan.

“Pada hari pertama menghuni penjara, saya menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan tanpa syarat. Selama 18 tahun di penjara, saya tak pernah sekali pun meminta Tuhan untuk membebaskan saya, juga tak pernah meminta Tuhan agar mengurangi penderitaan saya,” ungkap Aziz.

“Saya justru khawatir, kalau meminta sesuatu, maka penyerahan diri saya kepada Tuhan akan ternodai. Saya menyembah Allah bukan dengan mengharap imbalan, atau agar dibebaskan dari penjara.”

“Saya menyembah Allah hanya karena memang saya ingin betul-betul menghamba kepada-Nya,” kata Aziz.

Sumber : bbcindonesia.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

six − four =