BERHUTANG UNTUK MENIKAH, BOLEHKAH?

JIC – Terkadang, berhutang menjadi salah satu jalan bagi sebagian orang agar dirinya bisa melangsungkan pernikahan. Dia harus berhutang terlebih dahulu untuk bayar maskawin dan lainnya. Sebenarnya, bagaimana hukum berhutang untuk menikah dalam Islam?

Berhutang untuk menikah agar dirinya segera terhindar dari hal-hal yang dilarang, seperti berzina, hukumnya adalah boleh, dengan syarat ada dugaan kuat bahwa dirinya akan mampu untuk melunasi hutangnya.

Bahkan menurut ulama Hanafiyah bukan hanya boleh, namun dianjurkan untuk berhutang untuk menikah bagi seseorang yang tidak mampu membayar mahar dan nafkah. Hal ini karena di antara orang yang dijamin untuk dibantu oleh Allah adalah orang yang menikah untuk menjaga diri dari hal-hal yang dilarang Allah.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Musu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

نَصَّ الْحَنَفِيَّةُ عَلَى أَنَّهُ يُنْدَبُ الاِسْتِدَانَةُ لِلنِّكَاحِ إِذَا لَمْ يَجِدِ الْمَهْرَ وَالنَّفَقَةَ، لأِنَّ ضَمَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى، فَقَدْ وَرَدَ أَنَّ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمْ: الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيل اللَّهِ، وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الأْدَاءَ، وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ

Ulama Hanafiyah menegaskan bahwa dianjurkan berhutang untuk menikah jika seseoang tidak memiliki mahar dan nafkah. Hal itu karena jaminan untuk membayarnya berada dalam pertolongan Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: Tiga golongan yang Allah berhak berikan pertolongan, yaitu mujahid di jalan Allah, budak yang sedang mencicil melunasi (untuk kemerdekaannya), dan orang yang menikah ingin menjaga kehormatannya.

Hukum berhutang untuk menikah juga berkaitan dengan perkiraan kemampuan seseorang yang tidak mampu untuk melunasi hutangnya, maka hukumnya makruh berhutang untuk menikah.

Oleh karena itu, bagi orang yang tidak mampu untuk menikah dan sekiranya jika berhutang dia tidak mampu melunasinya, maka hendaknya dia menjaga dirinya dengan cara berpuasa dan menunggu hingga dia mampu untuk menikah.

Dalam surah Al-Nur ayat 33, Allah berfirman sebagai berikut;

وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِينَ لا يَجِدُونَ نِكَاحاً حَتَّى يُغْنِيَهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

Dan orang-orang yang tidak mampu kawin, hendaklah dia menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya.

Demikian tulisan tentang hukum berhutang untuk menikah. Semoga bemanfaat.

Sumber : bincangsyariah.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

KETUA DPRD DKI SOROTI KEAMANAN DI PROYEK MRT

Read Next

KEUTAMAAN MENOLONG SESAMA MUSLIM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − two =