HALAQAH ULAMA NASIONAL RMI KELUARKAN TIGA REKOMENDASI

0
543
halaqah-ulama-nasional-rmi-keluarkan-tiga-rekomendasi

JIC– Upaya menentukan peta jalan dalam menyambut peradaban baru yang adil, harmonis, dan kesetaraan, Halaqah Ulama Nasional Rabithah Maahid Al-Islamiyah (RMI) yang digelar di Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Kabupaten Lamongan, menghasilkan tiga rekomendasi.

“Alhamdulillah melalui proses pembahasan melalui sidang komisi, akhirnya kami mampu menghasilkan tiga rekomendasi dalam Halaqah Ulama Nasional oleh RMI. Tiga rekomendasi tersebut adalah, Rekognisi, Rekontekstulisasi dan Penguatan Pesantren.” kata Ketua RMI PBNU, KH Hodri Arif, Kamis (13/7/2023).

Satu persatu ia menjabarkan, yang pertama soal dinamika kitab kuning bagaimana rekostekstualisasi agar bisa menyelesaikan, atau menjawab masalah-masalah yang dihadapi umat dewasa ini.

“Pada proses sidang, kami semua juga tetap berpijak pada pemikiran para ulama yang diwarisi dari tahun-tahun yang lalu, lebih dari 700 tahun yang lalu, yang semangatnya tetap relevan hingga saat ini,” tuturnya.

Selain itu, Kata Hodri, pihaknya juga menekankan bagaimana solusi dari sebuah problem yang tetap didasarkan pada pemikiran ulama yang sudah teruji pada tahun lalu.

Kemudian yang kedua, mengenai rekognisi pemerintah atau negara terhadap pesantren, santri dan lulusan pondok pesantren. Pihaknya menghasilkan beberapa rekomendasi agar para santri juga memiliki peluang yang sama dengan pendidikan di luar pesantren.

Bagaimana bisa berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan di negara ini. Baik dalam sektor-sektor pemerintahan, birokrasi maupun teknokrasi.

“Untuk rekognisi ini, kami memberikan rekomendasi kepada negara melalui Kemenag dan Kemendikbud. Agar lulusan pesantren mendapatkan fasilitas yang sama, tidak berdasarkan dari mana asal mereka, tapi lebih pada kemampuan yang dimiliki para santri,” harapnya.

Kemudian yang ketiga, lanjut Hodri, adalah soal pendidikan Islam, khususnya antar pesantren yang terhimpun dalam RMI PBNU.

Pihaknya berharap, bahwa di lingkungan PBNU mendukung secara lebih maksimal agar pesantren bisa berkembang dan ada jalinan kerja sama antar pesantren.

“Pesantren harus kita dorong untuk terus berkembang, dan ada jalinan kerja sama antar pesantren untuk menguatkan fungsi pesantren, agar para santri bisa hikmah lebih sempurna untuk bangsa dan negara,” ungkapnya.

Pada Revitalisasi dan rekontekstulisasi kitab kuning, dalam penjelasanya, RMI PBNU mendorong pesantren untuk mengembangkan metode pembelajaran dan pembacaannya.

Hal tersebut supaya para santri mampu atau lebih mumpuni dalam memahami, mengerti tentang kitab kuning dan sesuai dengan konteks saat ini.

Sekedar diketahui, pada halaqah Ulama Nasional Tahun 2023 ini, ada sekitar 500 ulama NU se-Indonesia ambil bagian dan berkumpul di Pesantren Sunan Drajat, Paciran Lamongan, membicarakan berbagai problem kebangsaan dan keumatan.

Acara yang diinisiasi oleh Persatuan Pondok Pesantren Indonesia (Rabithah Maahid al-Islamiyah) PBNU yang dikemas dalam Halaqah Ulama Nasional yang digelar selama tiga hari, tanggal 11-13 Juli 2023 dengan tema “Menyambut Peradaban Baru, Menguatkan Pesantren dan Revitalisasi Kitab Kuning” yang ditutup dengan tahlil, ziarah ke Makam Sunan Drajat dan Maulana Ishaq.

Dalam halaqah ini, terdapat tiga komisi yang menggodok segala problem kebangsaan. Komisi 1, fokus membahas tentang kitab kuning dan tantangan peradaban baru. Komisi 2, membahas penguatan peran dan fungsi pesantren. Kemudian, Komisi 3

membahas penghargaan atas kesetaraan dan martabat manusia berdasarkan khazanah pondok pesantren.

Ketua RMI PCNU Lamongan, H Abdulloh Adib Haad mengungkapkan rasa syukurnya atas Lamongan yang ditunjuk sebagai tuan rumah Halaqah Ulama Nasional Tahun 2023 yang dipusatkan di Ponpes Sunan Drajat.

“Alhamdulillah semua banom NU Lamongan dan Babat terlibat dalam Halaqah ini. Kita semuanya bareng dalam kepanitiaan lokal, bersama panitia nasional. Ponpes Al Fathimiyah menjadi salah satu home base untuk para bu nyai,” ujar Gus Adib sapaan akrabnya,

Gus Adib berharap, dengan Halaqah Ulama ini nantinya memberikan dampak yang positif untuk negara, bangsa dan dunia.

“Semoga apa yang kami laksanakan selama tiga hari dalam halaqah yang menelurkan rekomendasi-rekomendasi, memberikan kemaslahatan bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 − 2 =