HITUNG-HITUNGAN ANIES SOAL TARGET 6 JAM BANJIR SURUT

Anies Baswedan (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta, JIC – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bicara soal target banjir surut 6 jam. Anies membeberkan hitung-hitungannya.
Anies mulanya bicara soal key performance indicator (KPI) penanganan banjir di Jakarta. Anies menyebut banjir apalagi akibat fenomena La Nina bisa terjadi di semua wilayah, tak hanya di Ibu Kota.

“Ketika terjadi banjir, banjirnya itu tidak melihat wilayah administrasi KTP. Jadi banjir terjadi di semua wilayah, karena itu saya berharap kesiapsiagaan ini juga pesan kepada semuanya bahwa di Jakarta kami bersiap. Tapi yang dihadapi di Jakarta bukan hanya oleh kota ini, tapi semuanya,” ujar Anies, kepada wartawan, Minggu (14/11/2021).

Anies menuturkan KPI pertama di Jakarta dalam penanganan banjir yakni mencegah adanya korban jiwa. Eks Mendikbud itu mengenang ada kasus meninggal tahun lalu saat banjir Jakarta melanda.

“Tahun-tahun sebelumnya kita menghadapi risiko meninggal karena pada saat banjir utamanya bukan karena air, ada kasus karenaair 1-2, tapi utamanya karena sengatan listrik,” tuturnya.

Anies menyebut sudah melakukan koordinasi dengan PLN untuk mencegah risiko kasus meninggal saat banjir. Dia juga mengatakan petugas PLN siap untuk membantu mengamankan.

Selanjutnya Anies menerangkan soal kapasitas curah hujan. Dia mengatakan sudah menginstruksikan jajarannya untuk bersiap menyelamatkan warga jika curah hujan melebihi kapasitas.

“Ada tenda-tenda untuk warga tinggal dan tendanya disiapkan saat ini sesuai dengan kondisi pandemi sehingga menghindarkan penularan, jika sampai ada kasus di tempat-tempat yang sedang mengalami isolasi,” katanya.

Anies menjelaskan Jakarta memiliki sistem drainase dengan desain bisa menampung sampai 100mm hujan. Biasanya, kata Anies, kawasan perumahan bisa menampung 50mm per harinya. Dia mengatakan jika dalam satu hari kapasitas hujan melebihi 100mm, maka kawasan itu akan tergenang.

“Karena kapasitas daya tampungnya satu hari 100 mm per hari. Awal tahun ini kita mengalami 270 mm tahun 2020 bulan Januari 377 mm jadi kita pernah mengalami lebih dari dua kali kapasitas bahkan pernah hampir 4 kali kapasitas,” kata Anies.

Lalu Anies menjabarkan soal proses pengeringan saat banjir. Dia menjelaskan hitung-hitungan target banjir surut 6 jam.

“Pompa-pompa disiapkan untuk sebuah kawasan yang tergenang untuk bisa ditarik dikeringkan dengan target operasi 6 jam sesudah hujan berhenti atau 6 jam sesudah sungai surut,” ucap Anies.

“Sering kita temuan sungainya tidak surut-surut, karena itulah menjadi lama, karena aliran airnya masih terus berjalan. Tapi begitu sungai surut maka kita targetkan 6 jam untuk bisa tempat itu kering. Jadi itu targetnya. Kita bekerja dengan ukuran satu keselamatan, dua kecepatan untuk bisa mengeringkan sebuah wilayah,” sambung dia.

Anies menegaskan lagi kesiapsiagaan menghadapi La Nina tak hanya dilakukan di DKI.

“Saya ingin sampaikan kepada semua bahwa harapan untuk bersiaga itu jangan hanya di wilayah Jakarta, tapi semuanya. Karena La Nina ini tidak milih-milih alamat KTP, dia fenomena global yang berdampak pada kita juga,” kata Anies.

Sumber : detikNews.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

MENGAPA ALLAH SWT PUTAR BALIKKAN HATI MANUSIA DI DUNIA?

Read Next

NASIHAT EMAS DARI IMAM SYAFII

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + seven =