HUKUM BERSUMPAH ATAS NAMA RASULULLAH, APAKAH BOLEH?

JIC – Terdapat sebagian orang yang ketika bersumpah atau ingin menegaskan dan menguatkan perkataannya sering bersumpah atas nama Rasullah Saw. Misalnya, dia berkata; demi Rasulullah, atau demi Nabi. Sebenarnya, bagaimana hukum bersumpah atas nama Rasulullah ini, apakah boleh?

Menurut para ulama, bersumpah atas nama Rasulullah hukumnya tidak boleh. Kita dilarang bersumpah atas nama Rasulullah. Ini karena yang boleh dijadikan sumpah hanya nama Allah, sifat-sifat-Nya, atau kalamnya. Selain nama Allah, sifat-sifat-Nya dan kalam-Nya, maka tidak boleh dijadikan media bersumpah, termasuk nama dan sifat-sifat Rasulullah.


Karena itu, jika seseorang mengucapkan ‘demi Rasulullah’ atau ‘demi Nabi’ dengan tujuan bersumpah, maka sumpahnya tidak sah sehingga dia tidak wajib melaksanakan sumpahnya. Dan jika dia melanggarnya, maka dia tidak wajib membayar kafarah. Meski demikian, dia telah berdosa karena telah bersumpah dengan nama selain Allah.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Taimiyah dalam kitab Majmu’ Fatawa berikut;

ذهب جمهور العلماء كمالك والشافعي وأبي حنيفة وأحمد في أحد قوليه إلى أنه لا يحلف بالنبي ولا تنعقد اليمين كما لا يحلف بشيء من المخلوقات ولا تجب الكفارة على من حلف بشيء من ذلك وحنث

Kebanyakan ulama, seperti Imam Malik, Imam Al-Syafii, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad dalam salah satu pendapat beliau, menyatakan bahwa tidak boleh bersumpah atas nama Nabi (demi Nabi), dan sumpahnya tidak sah. Sebagaimana tidak boleh bersumpah dengan menyebut salah satu makhluk. Bahkan tidak wajib kafarah untuk sumpah dengan menyebut selain nama Allah jika sumpah itu dilanggar.

Dalam Darul Ifta’ Al-Mishriyah, juga disebutkan sebagai berikut;

أما من قالها قاصدًا الحلف واليمين فقد وقع في المحذور، فالحلف يكون بالله وحده سبحانه وتعالى، قال صلى الله عليه وسلم: (مَنْ كَانَ حَالِفًا فَلْيَحْلِفْ بِاللهِ أَوْ لِيَصْمُتْ) متفق عليه، فمن حلف بغير الله لم تنعقد يمينه ولا كفارة عليه

Adapun orang yang mengucapkan sumpah atas nama Nabi (demi Nabi) dengan tujuan bersumpah, maka dia telah terjatuh pada perbuatan yang telah dilarang. Ini karena sumpah hanya dengan nama Allah semata. Rasulullah Saw bersabda; Barangsiapa yang bersumpah, maka hendaklah bersumpah dengan nama Allah atau hendaknya dia diam. Hadis muttafaq alaih. Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah, maka sumpahnya tidak sah dan dia tidak wajib membayar kafarah.

Sumber : bincangsyariah.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

KEMAH MODERASI, KEMENAG: BERBEDA BUKAN ALASAN BERMUSUHAN

Read Next

CARA MENYIKAPI PUJIAN PERSPEKTIF ULAMA SUFI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − 8 =