JIC, Jakarta — Keuangan berbasis syariah kini semakin berkembang. Tidak hanya soal perbankan dan asuransi syariah, tetapi juga merambah ke sektor lain yaitu pinjaman syariah. Seperti yang dilakukan beberapa mahasiswa dan alumni University Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia yang tergabung dalam komunitas Internet Cerdas Indonesia (ICI) baru-baru ini.
Mereka membuat sebuah situs yang menjadi layanan pinjaman online berbasis syariah. Menariknya, pinjaman ini tanpa bunga dan tanpa biaya dengan konsep jaminan virtual. Situs tersebut bernama bantusaudara.com.
Menurut Co-founder ICI, Rahmat Saputra, tujuan diluncurkannya situs bantusaudara.com adalah untuk membantu masyarakat mendapatkan pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan melalui internet hanya bermodal jaminan virtual.
Rahmat yang merupakan mahasiswa master di UniSZA Kuala Lumpur ini mengaku konsep yang digunakan baru pertama dikenalkan di Indonesia. “Jaminan virtual adalah foto barang berupa gadget, kendaraan atau barang bernilai lainnya yang bisa dijual ketika peminjam belum bisa mengembalikan dana pinjaman, sementara pinjaman telah jatuh tempo. Konsep ini mengedepankan kejujuran dari calon peminjam,” jelasnya Selasa (26/9/2017).
Sementara itu, salah seorang tim ICI lainnya, Dr Erizar, mengatakan, semua proses administrasi dilakukan secara online. Proses pencairan dan pengembalian danapun dilakukan melalui transfer bank sehingga tidak ada tatap muka sama sekali.
Lulusan doktoral pertama universitas tersebut menjelaskan, untuk saat ini pinjaman yang dapat diajukan mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta rupiah dengan lama pinjaman satu hari sampai dengan 30 hari. “Tidak ada biaya apapun. Dalam arti jika dia pinjam Rp 500 ribu, kembalinya tetap Rp 500 ribu,” katanya.
Erizar mengungkapkan memang bantuan yang diberikan ini sangat berisiko. Karena itu pihaknya sangat mengharapkan kejujuran daripada calon peminjam. “Mengingat tidak ada keuntungan materi sama sekali yang kami dapatkan. Kami hanya ingin membantu saudara dan mengharapkan ridha Allah semata,” tutupnya.
Sekadar informasi, ICI sendiri merupakan satu-satunya komunitas yang fokus pada generasi muda yang mengusung isu internet cerdas di Indonesia. ICI pada awalnya adalah sebuah komunitas kecil yang didirikan oleh putra Indonesia. ICI berawal dari mimpi untuk memberdayakan generasi muda indonesia di masa-masa produktifnya.
Kegelisahan karena boomingnya teknologi internet yang tidak digunakan untuk melakukan aktifitas positif memprakarsai para pendiri untuk turut mengambil bagian dengan mensosialisasikan penggunaan internet secara cerdas di sebuah desa kecil di Situbondo pada tahun 2009.
Berbagai kegiatan dan pelatihan berbasis komputer dan internet pun terus dilakukan secara continue untuk memberdayakan dan memaksimalkan potensi generasi muda di desa tersebut hingga mereka memiliki kecakapan untuk hidup mandiri.
Kegiatan ini dipandang positif dan diapresiasi oleh Ashoka Indonesia dengan menominasikan Rahmat Saputra, penggagas komunitas internet cerdas situbondo sebagai salah satu kandidat Young Changemakers Indonesia. dan Tepat pada akhir tahun 2010 lalu ia terpilih sebagai Young Changemakers Indonesia.
Sumber ; gomuslim.co.id












