Home News Update Islam Indonesia ISEF 2017, KOLABORASI BI DAN KNKS PERKUAT KEUANGAN SYARIAH NASIONAL

ISEF 2017, KOLABORASI BI DAN KNKS PERKUAT KEUANGAN SYARIAH NASIONAL

0
332

JIC, Jakarta — Upaya pengembangan keuangan syariah dan wisata halal di Tanah Air terus dilakukan. Baru-baru ini, Bank Indonesia (BI) berkolaborasi dengan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) menggelar Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) di Surabaya. Kegiatan bertajuk Fostering Inclusive Economic Growth and Improving Resiliency through Closer Collaboration and Coordination” ini dihelat pada 7 sampai 11 November 2017.

Pada penyelenggaraan ISEF kali ini, ada tiga bidang yang menjadi fokus utama pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Adapun bidang tersebut yaitu penguatan sektor ekonomi syariah, peningkatan efisiensi di pasar keuangan syariah, dan penguatan fungsi riset dan edukasi dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Salah satu misi ISEF adalah untuk mengintegrasikan pemikiran dan inisiatif nyata dalam ekonomi syariah, agar memberi dampak terhadap perekonomian nasional dan internasional. Dalam mewujudkan hal tersebut, rangkaian kegiatan ISEF terdiri atas forum syariah dan fair syariah.

Forum terdiri dari forum ilmiah (yang mengintegrasikan pemikiran dan inisiatif nyata) dan forum komunikasi/promosi/edukasi yang merangkai berbagai program, kebijakan dan produk antar-lembaga dan entitas bisnis syariah. Sementara fair syariah menghadirkan beragam produk dan jasa yang ditawarkan oleh lembaga, dunia usaha (termasuk kewirausahaan dan UMKM) dan pesantren berbasis ekonomi dan keuangan syariah.

Menurut Kepala Departemen Keuangan dan Ekonomi Syariah BI, Anwar Bashori, peserta yang hadir tidak hanya berasal dari dalam negeri, tapi juga dari banyak negara. Mereka akan mengikuti international meeting hingga business matching.

“Dalam forum tersebut akan ada pembahasan tentang wakaf dan zakat. Kemudian kita akan adakan pendalaman pasar keuangan syariah meliputi lindung nilai tukar, sukuk, dan sebagainya,” ujarnya.

Lalu untuk business matching serta seminar nasional industri halal, pembahasannya seputar industri makanan, fashion, dan pariwisata. “Berbagai kegiatan tersebut akan dihadiri dari sekitar 20 negara sebagai narasumber,” katanya.

Lebih lanjut, Anwar menambahkan, ada enam kegiatan utama dalam ISEF tahun ini. Pertama, Temu Otoritas yang salah satunya meliputi rapat anggota Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Kedua, Temu Penggiat Ekonomi Syariah seperti wirausaha muda syariah, regulator, pelaku industri, serta duta ekonomi syariah.

Kegiatan ketiga adalah Temu Pesantren. Menurutnya, sekitar 80 pimpinan pondok pesantren dari perwakilan di Indonesia akan datang ke ISEF 2017. “Keempat, seminar dan konferensi,” jelasnya.

Selanjutnya, kegiatan utama yang kelima yaitu presentasi makalah. Ada 230 makalah dari 19 negara yang diseleksi. Adapun agenda terakhir adalah pameran ekonomi syariah.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti mengatakan pihaknya mensupport adanya kegiatan ISEF 2017. “Itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Even MICE seperti ISEF 2017 makin menjanjikan,” ujarnya.

Sumber ; gomuslim.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 + one =