Home News Update Dunia Islam JEMAAH LANSIA KEMBALI TERSESAT DI MASJIDIL HARAM

JEMAAH LANSIA KEMBALI TERSESAT DI MASJIDIL HARAM

0
260

JIC, Kabbah — Musim haji tahun ini jemaah lanjut usia kembali mengalami kasus tersesat di Masjidil Haram. Hal ini dialami oleh jemaah asal Jombang, Jawa Timur, Mohammad Rodli Syafii. Di tengah kerumunan ratusan ribu orang, dia hanya diam dan mengaku ketinggalan rombongannya usai melakukan sa’i di Bukit Shafa dan Marwah.

“Setelah sa’i, saya istirahat sebentar di pinggir, dan menunggu rombongan tapi kok tidak datang juga,” ujarnya.

Usai shalat Jumat, dia memberanikan diri bertanya pada sekumpulan petugas Media Center Haji (MCH) yang kebetulan sedang meliput kedatangan Menteri Agama. Rodli terlihat tenang, namun pandangannya selalu mengarah ke arah terminal. Dia tampak berpikir keras. Sesekali dia bergumam dan bicara dengan diri sendiri.

“Dimana ya,” kata Rodli yang masih mengenakan kain ihram.

Dia juga tidak mengenakan alas kaki. Alasannya karena sandalnya dibawa oleh putrinya. “Sudah biasa di Jawa juga begini,” ujar dia saat diberitahu betapa berbahayanya berjalan tanpa alas kaki saat suhu ekstrem di Saudi.

Kemudian petugas membelikannya sandal. Wajar saja dia tersesat karena baru tiba di Tanah Suci pada dini hari. Belum cukup beristirahat, dia dan rombongannya kemudian melakukan umrah kedatangan.

Jumat itu merupakan Jumat terakhir sebelum puncak haji, wukuf di Arafah. Masjid Al Haram berubah menjadi lautan manusia. Jemaah mulai berangkat menuju Masjid Al Haram sejak pukul 09.00 WAS. Jemaah bahkan melakukan shalat di sekitar terminal.

Namun Rodli tidak sendiri. Ada pula Djasmadi Nurkholis. Dia ditemukan di kamar mandi oleh jemaah lain karena tersasar sehingga tidak berani keluar dari toilet. Dia lantas dibawa ke area terminal. Matanya sembab dan merah akibat menangis karena khawatir tidak bisa pulang ke hotelnya.

“Saya tidak tahu jalan pulang,” kata pria 61 tahun itu yang harus berjalan dengan bantuan kruk.

Petugas MCH pun menenangkannya dan memintanya bersabar. Berbekal dengan kartu identitas di tasnya, petugas akhirnya mengetahui lokasi hotelnya. Seorang petugas MCH mencarikannya kursi roda di posko sektor khusus, namun kehabisan.

Sekitar 45 menit kemudian, muncul sekelompok pria yang mengaku kenal dengan Djasmadi. Wajah Djasmadi pun berubah cerah. Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Jamaah (Linjam) Daerah Kerja Makkah Rijal Kani mengatakan tim Linjam terkonsentrasi di sekitar Masjid Al Haram.

Sedangkan di terminal terdapat tim transportasi dan seorang petugas Linjam. Dia mengimbau jemaah setelah selesai shalat jangan langsung pulang. Sebaiknya menunggu selama satu jam hingga kepadatan jemaah mencair.

“Kalau memang tidak tahu jalan pulang di setiap terminal ada petugas PPIH. Silakan tanya dan minta bantuan,” ujar Rijal, Minggu (27/08/2017).

Adapun tiga terminal yang dikepalai Linjam, antara lain Terminal Syib Amir, Bab Ali dan Jiyad. Posko utama petugas Linjam dan petugas kesehatan Tim Gerak Cepat berada di Terminal Syib Amir. Sebanyak delapan pos tersebar di sekitar Masjid Al Harom.

Sumber ; gomuslim.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

six + nineteen =