Jakarta (Islamic-center.or.id) – Jakarta Islamic Centre (JIC) resmi meluncurkan Pojok Peradaban yang berlokasi di Lobby Convention Hall Jakarta Islamic Centre, Selasa (1/9/2026). Peluncuran Pojok Peradaban ini mendapat dukungan penuh dari Adira Finance Syariah sebagai bentuk kontribusi dalam mendorong peningkatan literasi, wawasan, dan pemahaman masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan ekonomi syariah.

Kepala Divisi Pengkajian, Pendidikan dan Perpustakaan JIC, Dr. Ir. H. Rasyidi HY, S.H., M.M., M.A., CPA., C.Med, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Pojok Peradaban diharapkan dapat memberikan ruang belajar dan menambah wawasan bagi masyarakat, khususnya warga DKI Jakarta dan Jakarta Utara.
“Launching Pojok Peradaban ini memberikan satu harapan kepada masyarakat DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara, untuk mengetahui, menambah wawasan, meningkatkan literasi, serta memberikan kesempatan kepada kita semua untuk belajar, membaca, dan mendapatkan informasi,” ujarnya.
Kiai Rasyidi menjelaskan, Pojok Peradaban diharapkan dapat menjadi ruang yang memberikan gagasan sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mempelajari ilmu keislaman maupun pengetahuan umum.
Menurutnya, keberadaan perpustakaan JIC juga menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap literasi. Setiap pekan, perpustakaan JIC dikunjungi kurang lebih 1.050 orang dengan koleksi mencapai 23.114 judul buku, baik dalam bentuk cetak maupun elektronik. Dari keseluruhan koleksi tersebut, sekitar 70 persen merupakan subjek keislaman dan 30 persen pengetahuan umum.
Sementara itu, perwakilan Adira Finance Syariah, Yusron, S.E., M.B.A., menyampaikan bahwa pihaknya merasa terpanggil untuk turut berkontribusi dalam pengembangan Pojok Peradaban di JIC.

“Peradaban itu lahir dari membaca. Orang yang memiliki ilmu memiliki nilai lebih, dan Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu,” ungkapnya.
Bapak Yusron berharap keberadaan Pojok Peradaban tidak hanya menjadikan masjid sebagai pusat ilmu, tetapi juga dapat mendorong kebangkitan ekonomi umat. Menurutnya, kekuatan ekonomi menjadi salah satu aspek penting dalam membangun dan mengembangkan peradaban.
“Masjid juga menjadi pusat kebangkitan ekonomi umat karena kita membutuhkan kekuatan ekonomi untuk membangun peradaban dan harus terus dikembangkan. Mudah-mudahan kontribusi ini menjadi sesuatu yang bermanfaat sebagai wujud dedikasi dan partisipasi,” tuturnya.
Bapak Yusron juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi keuangan syariah di Indonesia. Ia menyebut tingkat literasi keuangan syariah masih menjadi pekerjaan rumah bersama, sehingga para pelaku industri keuangan syariah perlu turut berperan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. H. Agus Suradika, Kepala Divisi Umum JIC yang mewakili Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ/JIC), KH. Muhyiddin Ishaq, menyampaikan bahwa tingkat minat baca masyarakat di DKI Jakarta tergolong cukup tinggi, khususnya di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.
H. Agus Suradika berharap keberadaan Pojok Peradaban dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan minat baca masyarakat.
“Pojok Peradaban insyaAllah memiliki dampak, karena PPIJ (JIC) diberikan amanah oleh Adira Finance Syariah untuk meningkatkan minat baca. Perpustakaan adalah jendela ilmu,” ujarnya.

Launching Pojok Peradaban menjadi bagian dari komitmen Jakarta Islamic Centre bersama Adira Finance Syariah dalam menghadirkan ruang literasi yang terbuka bagi masyarakat. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperluas akses terhadap pengetahuan, memperkuat budaya membaca, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ilmu sebagai fondasi dalam membangun peradaban dan kemajuan umat.












