Home Khazanah Islam Akhlak SAAT NUH ALAIHISSALAM MEMOHON TEMPAT YANG BERKAH

SAAT NUH ALAIHISSALAM MEMOHON TEMPAT YANG BERKAH

0
27
Ilustrasi

Serial Ayat-Ayat Pendidikan -Edisi Lima Puluh Enam

Oleh : Arief Rahman Hakim, M.Ag.

Kasubdiv Pendidikan dan Pelatihan Pusat PPIJ

Di Indonesia memang tidak ada data khusus dan spesifik tentang berapa jumlah kasus pertengkaran tetangga, namun dalam beberapa kejadian, hal ini menyebabkan gesekan horizontal dan memicu dendam. Kasus terakhir pada 13 Agustus 2026 lalu di Depok Jawa Barat berupa perusakan rumah tetangga berujung penahanan pelaku yang menyimpan dendam sejak 2024 lalu.

Ada peribahasa Arab yang populer, Pilih tetangga dulu sebelum rumah, ٱلْجَارُ قَبْلَ ٱلدَّار.

 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

 

وَقُلْ رَّبِّ اَنْزِلْنِيْ مُنْزَلًا مُّبٰرَكًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ

Dan berdoalah, Wahai Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat. [Al-Mukminun (23) : 29]

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di di dalam Tafsir As-Sa’di menyebut bahwa masih ada kenikmatan lain bagi manusia, maka mohonlah kepada Allah. Yaitu, Allah memudahkan wujud tempat tinggal yang berkah bagi mereka.

Sayyid Qutb di dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an bahwa demikianlah caranya memuji Allah, dan demikianlah cara menghadapkan diri kepada-Nya. Demikian pula cara Nuh alaihissalam menggambarkan sifat-sifat Allah, serta mengakui dan mengenal tanda-tanda-Nya. Demikianlah seharusnya seorang hamba beradab kepada Allah terutama para nabi agar mereka menjadi teladan bagi manusia lain.

Syaikh Wahbah az-Zuhaili di dalam Tafsir Al-Munir mengatakan bahwa memanjatkan doa kepada Allah Ta’ala supaya Dia menempatkan dirinya beserta kaum Mukminin di tempat yang baik dan diberkahi dan dengan penempatan itu Allah Ta’ala menyediakan kebaikan dunia dan akhirat bagi mereka.

Ini adalah pengajaran dari Allah Ta’ala kepada para hamba-Nya agar ketika naik dan turun mengucapkan doa berikut,

 

رَّبِّ اَنْزِلْنِيْ مُنْزَلًا مُّبٰرَكًا

Begitu juga ketika mereka masuk ke rumah dan mengucapkan salam kepada keluarga, atau kepada para malaikat jika di rumah sedang kosong.

Di dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman,

 

وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْۢ بُيُوْتِكُمْ سَكَنًا

 

Allah menjadikan bagimu rumah sebagai tempat tinggal. [an-Nahl (16) : 80]

Nuh alaihissalam dalam berdakwah tidak di sisa waktu atau selepas kerja dan bisnis, namun full waktu beliau curahkan selama hampir 900 tahun digunakan untuk mengajak umat menuju tauhid kepada Allah. Kita mungkin masih mencoba mengalokasikan waktu di sisa-sisa pulang bekerja atau berdagang. Dan terkadang belum apa-apa sudah menyerah dengan kondisi yang ada, baik sarana penunjang yang belum lengkap atau obyek dakwah yang heterogen baik latar belakang kehidupan dan pekerjaan mereka, maupun merasa kurang percaya diri. Padahal segala kekurangan diri mesti diimbangi dengan perbaikan dan perubahan diri ke arah lebih baik.

Di saat kondisi sudah maksimal dan waktu yang merambat senja, maka manusiawi jika Nuh as memohon kepada Allah bantuan dan bahkan meminta agar kaum yang ingkar dibinasakan, sebagaimana dimuat di ayat 26 surat Al-Mukminun dan di ayat 26 surat Nuh.

Nuh alaihissalam memohon kepada Allah Ta’ala tempat tinggal yang aman dan menyejukkan hati mengingat di tempat tinggal sebelumnya beliau banyak di bully dan didustakan bahkan diberikan stigma lelaki gila, sebagaimana Allah Ta’ala muat di ayat 25 surat al-Mukminun.

Rumah atau tempat tinggal adalah kebutuhan primer selain kebutuhan dasar makan dan minum. Di antara fungsinya adalah,

Pertama, tempat berlindung. Menjaga keluarga dari cuaca panas dan dingin, dari binatang-binatang buas, dan dari bahaya luar lainnya

Kedua, tempat beristirahat. Seluruh anggota keluarga membutuhkan pemulihan tenaga setelah melakukan akftifitas seharian, maka rumah dibutuhkan termasuk memulihkan ketenangan dan tekanan hidup dan dunia kerja serta bisnis

Ketiga, pusat pembinaan keluarga. Ayah, ibu dan anak-anak sebagai keluarga inti akan saling mengingatkan tentang kebaikan dan kesabaran di dalam rumah, juga media ibadah dan memperbanyak mengingat Allah baik dalam bentuk tilawah Al-Qur’an, bersalawat dan membaca zikir-zikir tertentu yang diajarkan Rasulullah saw.

Keempat, saling memotivasi dan menguatkan. Seluruh anggota keluarga inti harus saling berinteraksi secara intens dan berupaya saling mengokohkan satu dengan lainnya. Saat ini kita hidup di dunia yang serba individualis sehingga kekompakan dan kesatuan keluarga inti akan sangat membantu dalam mensupport kemajuan dan kesuksesan anak-anak baik dalam hal akademik maupun dunia kerja dan bisnis.

Kelima, pusat aktivasi ibadah dan bermunajat. Seyogyanya para ayah dan ibu senantiasa mengingatkan anak-anak agar senantiasa memenangkan Allah Ta’ala dalam setiap waktu-waktu ibadah, memenangkan Allah Ta’ala dalam hati dan lintasan fikiran sehingga banyak mengingat-Nya di saat berdiri, duduk dan berbaring.

صَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ، فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ صَلاَةُ المَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا المَكْتُوبَة

َWahai umat manusia, salatlah kalian di rumah kalian. Karena sebaik-baik salat seseorang adalah salat yang dilakukan di rumahnya, kecuali salat wajib.[HR. Bukhari dan Muslim]

 

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا النَّجَاةُ قَالَ « أَمْسِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ »

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata, Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Apa itu sebab keselamatan? Jawab beliau dengan sabdanya, (Keselamatan itu) yaitu hendaklah engkau menahan lisanmu, sibukkanlah rumahmu dengan ibadah pada Allah, dan tangisilah dosa-dosamu. [HR. Tirmizi dan Ahmad]

Teringat Asiah binti Muzahim, isteri Fir’aun yang salihah dan kelak akan menjadi salah satu pendamping Rasulullah saw bersama Maryam alaihassalam selain para ummahatul mukminin di surga, meminta rumah di surga bukan sekedar menginginkan kebahagiaan di akhirat, namun karena ingin berdekatan dengan Allah Ta’ala. Pilih tetangga dulu sebelum rumah, ٱلْجَارُ قَبْلَ ٱلدَّار.

Semoga Allah Ta’ala anugerahkan kita rumah atau tempat tinggal yang senantiasa mengingatkan keluarga kepada Allah, memiliki tetangga, rekan kerja atau mitra bisnis yang baik dan taat beribadah kepada-Nya agar hidup menjadi berkah.

Allahumma Aamiin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 15 =