JIC- Film animasi Pixar Lightyear diputar di seluruh bioskop di AS pada Jumat (17/6). Namun sedikitnya 14 negara memblokir pemutaran film itu karena adanya cuplikan adegan mesra sesama jenis salah satu karakter film tersebut. MUI dan KPAI menyerukan pihak berwenang tidak mengizinkan beredar di RI.
Sedikitnya 14 negara di Timur Tengah dan Asia menolak memberikan izin peredaran dan pemutaran film yang merupakan prekuel “Toy Story” itu di negara mereka. Beberapa media melaporkan film dengan rating “PG” atau “parental guide” ini juga kemungkinan dilarang diputar di China, pasar film terbesar di dunia. Film dengan rating “PG” berarti memuat bagian yang tidak cocok untuk anak-anak dan orang tua diminta menyaksikannya terlebih dahulu sebelum mengijinkan anak-anak yang lebih kecil menontonnya.
Sekjen Majelis Ulama Indonesia MUI Amirsyah Tambunan, dalam keterangan pers yang diterima, mengatakan film itu bertentangan dengan Pancasila, di mana dalam sila pertama “masyarakat berketuhanan diharuskan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, salah satunya berpasangan dengan lawan jenis dan menikah secara sah sesuai agama dan keyakinannya.”
Secara terang-terangan MUI mengatakan “film Lightyear bertentangan dengan ajaran agama mayoritas penduduk Indonesia, yaitu Islam, yang melarang perkawinan sesama jenis.”
Sementara itu, komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia KPAI Retno Listyarti menyerukan agar film “Lightyear” tidak diizinkan beredar di Indonesia.
“Anak tidak tahu tentang orientasi seksual dan sudah dapat dipastikan kalau usia anak-anak seperti itu biasanya mereka tidak memiliki orientasi seksual, bahkan mereka mungkin juga belum paham sepenuhnya. Namun dengan tayangan tadi yang punya pesan tentang LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) seolah-olah mempromosikan bahwa baik-baik saja dibesarkan dengan cara begini (dibesarkan dalam lingkungan LGBT.red). Itu yang barangkali bisa berbahaya,” ujarnya.
Lebih jauh Retno menjelaskan bahaya yang dimaksudnya. “Jika anak-anak yang masih belum memiliki orientasi seksual terarah lalu diberikan tontonan dengan unsur LGBT di dalamnya, tidak menutup kemungkinan bahwa anak tersebut akan terpengaruh bahwa LGBT itu adalah hal yang lumrah. Apalagi tayangan-tayangan film tersebut ditonton terus-menerus. Misalkan ini berseri, atau misalnya terus berlanjut dengan tokoh yang sama, hanya ceritanya beda-beda. Tentu saja hal itu pasti akan berpengaruh (kepada anak-anak.red),” tambahnya.
Sebelumnya 14 negara di Timur Tengah dan Asia menolak peredaran film “Lightyear.” ABC News melaporkan Malaysia misalnya telah meminta agar distributor film memotong adegan-adegan “yang mengandung unsur-unsur yang mempromosikan gaya hidup LGBT dan melanggar aspek utama Pedoman Sensor Film.” Tetapi distributor film dilaporkan tidak setuju mematuhi hal itu dan memutuskan untuk membatalkan pemutaran film tersebut.
Sikap Disney ini yang mempertahankan adegan yang dinilai kontroversial di sebagian negara itu dipuji GLAAD, suatu organisasi pemantau media non-pemerintah yang didirikan sebagai protes terhadap liputan yang dinilai menghina kelompok LGBT. Ketua GLAAD Sarah Kate Ellis mengatakan “Alisha adalah contoh representasi LGBTQ yang hebat dalam film ini, ia adalah istri yang pengasih, ibu, nenek dan Space Ranger yang pemberani. Ia harus dirayakan, bukan disensor. Tidak dapat diterima adanya 14 negara yang melarang film ini.”












