Home Khazanah Islam Akhlak NAK, CARILAH SAHABAT YANG BAIK

NAK, CARILAH SAHABAT YANG BAIK

0
543

Serial Keluarga Sakinah-[ Edisi Ke-Sepuluh]

Oleh:

Arief Rahman Hakim, S.Sos. M.Ag || Kasubdiv Pendidikan dan Pelatihan PPIJ 

 

NAK, dulu ayah mengalami masa-masa sekolah, hidup, belajar di pesantren dan dilanjutkan kuliah. Kami pun mengalami perkembangan teknologi sejak komputer memakai disket istilahnya hingga perkembangan windows.

Kami hanya menikmati fasilitas telfon di rumah dan telfon umum hingga menyimpan banyak koin uang logam, lalu lanjut zaman pager hingga akhirnya gadget di akhir 1998. Namun kami bisa belajar disiplin dan tepat waktu.

Jadi jika sekarang ayah dan ibu mungkin belum bisa memberikan beberapa perangkat teknologi yang kamu butuhkan mohon dimaklumi ya, bukan tidak mau membelikan namun ikuti dulu saja proses pendidikan dan pembelajaran yang ditetapkan oleh lembaga pendidikan yang dijalani. Lagi pula ayah dan ibu masih memiliki beberapa kewajiban lain untuk masa depanmu kelak.

Sering dulu saat kecil kami diajak ayah (kakekmu) silaturrahim entah ke rumah salah satu keluarga atau ke rumah para sahabatnya. Selain ada keutamaannya dalam hadis yaitu meluaskan rezeki dan memperpanjang umur, ternyata hal ini membekas ke dalam jiwa kami sehingga terbiasa silaturrahim kepada keluarga dan para sahabat kami.

Nak, Allah swt berpesan,

{ ٱلۡأَخِلَّاۤءُ یَوۡمَىِٕذِۭ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلۡمُتَّقِینَ }

Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.

{ یَـٰعِبَادِ لَا خَوۡفٌ عَلَیۡكُمُ ٱلۡیَوۡمَ وَلَاۤ أَنتُمۡ تَحۡزَنُونَ }

”Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu dan tidak pula kamu bersedih hati.

[Surat Az-Zukhruf (43): 67-68]

Menurut pesan Alah swt ini nak, hendaknya engkau bergaul, berinteraksi dengan teman-temanmu, namun pandai-pandai lah memilih teman dan sahabat. Ada dua kategori sahabat; sahabat dunia dan sahabat akhirat. Sahabat dunia tidak awet nak, karena hanya berdasarkan kepentingan dunia saja, juga biasanya mengajak kepada sesuatu yang Allah swt tidak ridhai. Senang berhura-hura, tidak jelas ikatan persahabatannya, bahkan terkadang mengajak dan melakukan konspirasi kejahatan tak pandang bulu dan tak ada rasa malu. Kelak mereka di akhirat akan saling membunuh, saling berbantah-bantahan memungkiri konspirasi dan rencana yang dibangun bersama dan masing-masing akan mencari aman di akhirat. Dipikir akan ada naungan keselamatan buat mereka.

Nak, sebaliknya sahabat akhirat mungkin terlihat kurang gaul dan tidak bisa mentraktirmu setiap saat namun mereka sangat menyejukkan, tidak obral janji dan memberikan rasa nyaman. Mereka orang-orang yang komitmen dengan janjinya kepada Allah swt dan kepada para sahabatnya, cinta mereka abadi menyatu dengan kecintaan mereka kepada Allah, dan mereka tergolong orang-orang yang takut kepada Sang Pencipta dan Pemberi fasilitas hidup, Allah ta’ala.

Rasulullah saw pernah berpesan,
Sesungguhnya Allah ta’ala tidak akan melihat bentuk rupa dan harta benda kalian. Akan tetapi Allah swt melihat kepada hati dan amal usaha kalian

[HR. Muslim]

Nak, jangan merokok ya. Selain merusak kesehatan paru-paru ia juga perbuatan boros yang Allah swt tidak suka. Lagipula ayah dan kakekmu tidak merokok. Jika ada perintah Allah swt dalam Al-Qur’an itu mesti sesuatu yang baik dan bermaslahat untuk kamu. Dan jika ada berbagai larangan berarti Allah swt tidak ingin engkau ingkar dan celaka.

Sesuai akhir ayat 68 surat az-Zukhruf di atas, kelak Allah swt akan menempatkanmu di tempat mulia penuh kenikmatan, hidup penuh kesenangan, Jannatun na’im dan tidak perlu lagi khawatir seperti kekhawatiran yang sering kamu alami di dunia.

Nak, bersabar yah menghadapi tipologi teman-temanmu baik di sekolah, pesantren, kampus dan di dunia kerjamu. Sudah sunnatullah ada banyak ujian dan cobaan dari orang-orang di sekitarmu agar semakin dewasa dan matang. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 − 14 =