PENGUNGSI WARGA TAMANSARI JAGA KEBERSIHAN, TAK GANGGU IBADAH

Masjid Al Islam yang jadi tempat pengungsian warga Tamansari, Bandung setelah rumah mereka digusur. (CNN Indonesia/Huyogo)

Jakarta, JIC — Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Islam di RW 11 KelurahanTamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat angkat bicara soal dipakainya tempat ibadah tersebut sebagai tempat tinggal sementara setelah penggusuranrumah mereka.

Penggunaan masjid sebagai tempat tinggal sementara sempat disorot Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung. MUI berharap pengungsi Tamansari tidak terlalu lama tinggal di masjid karena fungsi utama masjid adalah tempat ibadah.

Terkait hal ini Sekretaris DKM Al Islam Dadang mengatakan, selama ini warga yang tinggal sementara di lantai dua masjid tetap menjaga kebersihan lingkungan. Setiap Jumat pagi sebelum melaksanakan salat Jumat, warga turut menggelar kegiatan bersih-bersih.

“Fungsi masjid tetap biasa. Begitu Jumat pagi warga ikut bersih-bersih dan masjid tetap berfungsi sebagai tempat ibadah,” kata Dadang, Rabu (22/1).

Dadang mengakui menerima surat edaran MUI Kecamatan Bandung Wetan tentang penggunaan masjid sebagaimana fungsinya. Bahkan, petugas MUI Kecamatan sempat menanyakan perihal sampai kapan warga yang tergusur akan bertahan di Masjid Al Islam.

Namun, menurut Dadang, warga yang tinggal sementara juga bukan karena keinginan sendiri untuk tinggal tetapi karena terpaksa.

“Saya bilang ke mereka, ‘Pak, warga itu tidak mungkin mengungsi ke masjid kalau rumah digusur. Siapa yang tinggal mau di masjid. Kan mereka belum dapat duit sepeser pun belum dapat ganti’,” ucap Dadang.

Dadang juga telah menyampaikan kepada pihak MUI Kecamatan Bandung Wetan bahwa Masjid Al Islam tetap berfungsi sebagai rumah ibadah sebagaimana mestinya.

“Saya jaminannya, saya sebagai pengurus masjid. Mereka bisa lihat sekarang jadi bersih dan masjid tetap bisa dipakai salat sekalipun warga penuh tetap bisa dipakai salat,” ucapnya.

Selain dipakai salat, Dadang juga menjelaskan bahwa Masjid Al Islam sering dipakai kegiatan dzikir dan ceramah.

“Waktu itu juga mengundang penceramah yang memberikan kajian dari Roy Murthado. Selain itu digelar juga kasih acara dzikir,” tuturnya.

Selain itu, Dadang juga menyebut sampai saat ini jumlah warga yang mengungsi terus berkurang. Awalnya, ada sekitar 14 kepala keluarga namun sekarang sudah berkurang menjadi 11 kepala keluarga.

“Sebagian sudah ada yang ikut tinggal ke keluarga atau saudara mereka,” ujarnya.
(hyg/

Sumber : cnnindonesia.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

JALAN REZEKI MENURUT ALQURAN

Read Next

FOTO DAN IDENTITAS TINDER DICURI DAN DISEBAR DI MEDSOS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + 4 =