Home News Update Islam Indonesia SANTRIPRENEUR DAPAT BANTUAN MODAL DARI PEMERINTAH, BEGINI PROSEDURNYA

SANTRIPRENEUR DAPAT BANTUAN MODAL DARI PEMERINTAH, BEGINI PROSEDURNYA

0
408

JIC, Jakarta — Santri pengusana atau Santripreneur akan mendapatkan kemudahan dalam hal mengakses pembiayaan dana bergulir. Hal ini sebagai wujud dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) untuk mendorong santripreneur mengembangkan usahanya.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo mengatakan pihaknya akan ikut berpartisipasi dalam rangka pengembangan Santriprenuer. Nantinya, para santri akan diberikan penghargaan dan kemudahan dalam mengakses dana bergulir LPDB.

“Nantinya, para Santripreneur akan diberikan bantuan perkuatan modal maksimal Rp 100 juta, dan tenaga pendamping yang akan melakukan pendampingan santripreneur dalam menjalankan kegiatan usahanya setelah mendapatkan suntikan modal usaha,” ujar Braman, saat menerima kunjungan Inisiator dan Pembina Santripreneur Indonesia, KH Admad Sugeng Utomo atau yang biasa disapa Gus Ut di kantornya, Jakarta, Kamis (02/11/2017).

Lebih lanjut, ia berharap dengan adanya pendampingan dapat membantu modal sesuai kebutuhan.

“Saya kira ini sangat membantu apa yang diharapkan para pimpinan pondok pesantren bahwa santri-santri ini tidak hanya mendalami ilmu Agama, tapi juga bagaimana bisa bermanfaat bagi pengembangan usaha-usaha di lingkungan masyarakat seperti itu,” ucap Braman.

Bantuan modal tersebut, nantinya akan sangat tepat diberikan melalui koperasi santri, atau koperasi pondok pesantren. Selanjutnya koperasi yang akan menyalurkan kepada Santripreneur yang ada di pesantren-pesantren. Namun begitu, Braman mengemukakan bahwa LPDB bisa juga memberikan bantuan modal langsung kepada Santripreneur yang usahanya sudah established.

“Ini yang saya harapkan bahwa semakin banyak Santriprenuer mengakses dana ke LPDB itu akan semakin bagus. Berarti tingkat kemandirian semakin kuat,” tandasnya.

LPDB-KUMKM akan mengalokasikan dana bergulir sebesar Rp 100 miliar pada 2018, dengan perkiraan tambahan Rp 50 miliar guna mendukung pengembangan wirausaha di tanah air.

Dana tersebut nantinya akan disalurkan kepada koperasi dan UMKM baik menggunakan pola konvensional maupun syariah. Khusus untuk pola syariah, penyalurannya akan disesuaikan dengan program Santripreneur.

Menanggapi hal tersebut, Gus Ut yang juga hadir pada kesempatan itu mengatakan mengatakan potensi tumbuhnya Santripreneur dari 33 ribu pesantren yang ada di Indonesia sangat besar.

Hal inilah yang membuatnya terdorong untuk mendirikan Sekolah Bisnis Santripreneur. Sekolah ini akan membina anak muda khususnya para santri untuk menjadi pengusaha, walaupun bergelut di dunia agama.

“Maka potensi Santripreneur Indonesia ini mulai kita garap untuk kita kembangkan, supaya kita bersama-sama untuk mewujudkan 10 persen entreprenuer di Indonesia. Sehingga Indonesia menjadi negara maju dan mandiri. Karena jumlah yang fantastik itu jadi ‘PR’ kita semua,” ujar Gus Ut.

Santri harus didorong menjadi wirausaha mandiri, akan tetapi untuk menjadi wirausaha perlu adanya sentuhan pemerintah dengan menyediakan program pelatihan dalam membuat rencana bisnis, legalitas, laporan keuangan, maupun bantuan perkuatan modal usaha.

Secara statistik angka yang bisa lihat dari jumlah santri di Indonesia jumlahnya cukup fantastik antara 25-40 juta santri. Peluang terbesar menjadi pengusaha adalah para alumni, karena saat di dalam pesantren mereka sudah diajari mandiri.

Dia menilai pemerintah sudah memperhatikan dunia pesantren, salah satunya dengan menetapkan Hari Santri Nasional. Namun, ia berharap perhatian tersebut diwujudkan dalam bentuk program nyata.

“Para santri ingin berpartisipasi dalam mengisi kemerdekaan dengan membangun ekonomi negeri melalui Santripreneur. Dengan begitu target 10 persen jumlah penduduk Indonesia menjadi wirausaha bisa terwujud,” tukas dia.

Pihaknya berharap agar dukungan pemerintah tak sekedar wacana, tapi langkah-langkah teknis termasuk dari LPDB bagian dari pemerintah ikut memfasilitasi Santripreneur Indonesia dalam pengembangan usahanya sehingga Indonesia menjadi negara maju dan mandiri.

Sumber ; gomuslim.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 + 5 =