Home News Update Islam Indonesia TIGA BANK SYARIAH INI GENCAR UPAYAKAN PENAMBAHAN MODAL

TIGA BANK SYARIAH INI GENCAR UPAYAKAN PENAMBAHAN MODAL

0
272

JIC, Jakarta — Sebagai upaya meningkatkan kinerja, sejumlah bank syariah berencana melakukan penambahan modal dari induk. Salah satu bank syariah yang telah mendapat suntikan dana dari induk adalah Bank Bukopin Syariah. Tercatat, pada Oktober 2017 lalu Bank Bukopin memberikan tambahan modal Rp 100 miliar kepada anak usaha.

Bank syariah lainnya yang bakal melakukan hal sama adalah Bank BNI Syariah. Menurut, Direktur Bisnis BNI Syariah, Dhias Widhiyati, saat ini pihaknya sedang menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait tambahan modal.

Ia mengatakan bahwa rencana tambahan modal Rp 1 triliun dari induk diharapkan bisa direalisasi tahun ini. “Saat ini BNI Syariah masih masuk kelompok BUKU II dengan modal inti Rp 2,69 triliun. Penambahan modal ini untuk meningkatkan pembiayaan. Tambahan modal juga untuk mempersiapkan digitalisasi transaksi di BNI Syariah,” jelasnya baru-baru ini.

Selain Bank Bukopin Syariah dan BNI Syariah, bank lainnya yang berencana melakukan tambahan modal adalah BRI Syariah. Sekretaris Perusahaan BRI Syariah. Indri Tri Handayani, menuturkan rencananya penambahan modal akan dilakukan pada tahun depan. Saat ini pihaknya masih mengkaji rencana tersebut.

BRI Syariah sendiri masuk dalam kelompok BUKU II dengan modal inti Rp 2,5 triliun. Dengan tambahan modal, diharapkan tahun depan pertumbuhan aset dan pembiayaan bisa lebih baik. Sampai kuartal 3 2017, secara industri, kinerja perbankan syariah memang cukup baik. Pertumbuhan pembiayaan tercatat sebesar 8,24 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Sekadar informasi, pertumbuhan pembiayaan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan konvensional September 2017 sebesar 7,86 persen yoy. Pertumbuhan pembiayaan yang cukup bagus membuat laba bersih bank syariah di kuartal 3 tahun 2017 mencapai Rp 1,4 triliun naik 124 persen yoy. Sedangkan aset tercatat tumbuh 14 persen yoy.

Sebelumnya, bank syariah memasang target pembiayaan lebih tinggi dari proyeksi Bank Indonesia (BI) untuk pertumbuhan kredit atau pembiayaan sebesar 10 sampai 12 di tahun depan. BNI Syariah misalnya yang menargetkan pembiayaan tumbuh 18 persen di tahun 2018.

Pembiayaan terbesar berasal dari sektor produktif. Dengan kontribusi peningkatan pembiayaan produktif 24 persen dan konsumtif 14 persen. Ada sejumlah sektor yang akan berkontribusi besar terhadap pembiayaan di tahun depan.

Misal, sektor konstruksi, jasa sosial masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan, serta perdagangan. Sedangkan, sektor pembiayaan yang masih akan dihindari adalah pertambangan karena masih fluktuatif.

Sumber ; gomuslim.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen − 12 =