Home News Update Dunia Islam TOKOH-TOKOH FILIPINA YANG DUKUNG REFERENDUM PERDAMAIAN BANGSAMORO DI FILIPINA

TOKOH-TOKOH FILIPINA YANG DUKUNG REFERENDUM PERDAMAIAN BANGSAMORO DI FILIPINA

0
933

 

JIC, COTABATO,  — Plebisit (referendum) pada hari Senin (21/01) akan memberikan Bangsamoros – istilah kolektif untuk Muslim Filipina yang tinggal di  Filipina Selatan – daerah otonomi setelah proses yang berlangusng hampir 50 tahun lamanya.

Nur Misuari, pendiri Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF); Hashim Salamat, pendiri Front Pembebasan Islam Moro (MILF); dan Al Haj Murad Ebrahim, yang menjadi pemimpin MILF setelah Hashim Salamat meninggal dunia pada tahun 2003; Muslimin Sema, mantan Walikota Provinsi Cotabato; mantan Presiden Benigno Aquino dan Presiden petahana Rodrigo Duterte muncul sebagai pelopor proses perdamaian.

Nur Misuari

Ia lahir pada tahun 1939 di Provinsi Sulu, Filipina. Misuari mendirikan MNLF pada tahun 1972 untuk menyatukan orang-orang Moro. Pemimpin MNLF menandatangani Perjanjian Tripoli dengan pemerintah Filipina pada tahun 1976, tetapi tak lama setelah kelompok itu pecah menjadi dua faksi.

Missuari mendukung plebisit dan federalisme yang akan datang.

Hashim Salamat

Hashim Salamat, melepaskan diri dari MNLF, membentuk MILF (Front Pembebasan Islam Moro), mengumumkan tujuan mereka untuk “negara merdeka di Filipina Selatan.”

Hashim Salamat mendukung gagasan bahwa umat Islam dan Kristen di kawasan itu dapat hidup dalam harmoni.

Al Haj Murad Ebrahim

Pada 2012, Presiden Benigno Aquino III dan pemimpin MILF saat itu, Al Haj Murad Ebrahim – yang menjadi pemimpin kelompok itu setelah Salamat meninggal pada 2003 – menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja tentang Bangsamoro (FAB).

MILF dan pemerintah Manila juga menandatangani Perjanjian Komprehensif mengenai Bangsamoro (CAB) pada tahun 2014, membuka jalan bagi Hukum Organik Bangsamoro (BOL).

Kesepakatan 2014 mengakhiri negosiasi selama 17 tahun dan mengakhiri konflik bersenjata yang sudah berlangsung beberapa dekade di selatan negara itu.

Pembicaraan damai Moro mendapatkan momentum ketika Rodrigo Duterte berkuasa sebagai presiden pada 2016.

Muslimin Sema

Mantan Walikota Kota Cotabato, Muslimin Sema mendukung MNLF selama periode terakhir dari jabatannya. Sema juga dikenal sebagai ‘Manusia Damai’ di wilayah Moro.

Benigno Aquino III

Ia dilahirkan pada tahun 1960 di ibukota Manila, Aquino menjabat sebagai Presiden ke-15 Filipina dari 2010 hingga 2016. Selama masa kepresidenannya, pada 25 Januari 2015, pasukan komando polisi (SAF) turun ke kota terpencil Mamasapano di wilayah selatan yang dilanda konflik. Provinsi Maguindanao menangkap dua gerilyawan yang dicari.

Aquino, yang juga dikenal sebagai “man of right path” di wilayah tersebut, menyatakan bahwa proses perdamaian juga harus dipertahankan setelah masa jabatannya.

 

sumber : panjimas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen + six =