TOLERANSI ANTARAGAMA DITANAMKAN RASULULLAH SEJAK DULU

JIC, BANDUNG — Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Sholahudin Wahid atau Gus Sholah mengatakan toleransi dan kehidupan sangat erat berkaitan. Toleransi menjadi nilai-nilai moral yang ditanamkan di antara keberagaman.

Gus Sholah menyebutkan toleransi juga merupakan nilai yang diutamakan dalam Islam. Sejak zaman Nabi Muhammad SAW, Rasulullah terus mengajarkan dan mengaplikasikan nilai toleransi sesama masyarakat baik sesama Muslim juga pemeluk agama lainnya.

“Rasulullah terus mengajarkan nilai toleransi. Saat itu di Madinah ada berbagai kelompok kabilah, pemeluk agama seperti Yahudi, Nasrani, Islam dan ada yang masih menyembah berhala. Itu dikumpulkan rasul kemudian diajak berunding dan menghasilkan kesepakatan yang menjunjung tinggi toleransi,” kata Gus Sholah saat mengisi kajian motivasi Inspirasi Ramadhan (Irama) di Masjid Salman ITB, Rabu (7/6).

Ia menuturkan dalam kesepakatan yang menomorsatukan nilai toleransi itu di antaranya kerjasama Muslim dan non-Muslim menjaga Madinah. Kemudian saling waspada dalam menyikapi konflik internal, pengamanan yang diperlihatkan saat terjadinya Fathu Makkah (pembebasan Makkah) karena saling toleransi hingga tidak ada darah yang mengalir.

Nilai toleransi ini juga, katanya, disebut dalam berbagai ayat di kitab suci Alquran. Salah satunya dalam surat Al-Hujurat ayat 13. “Toleransi makna utamanya adalah menghormati kebhinekaan ini tercantum dalam Al Hujurat ayat 13 yang menekankan saling mengenal dan saling mengasihi,” ujarnya.

Oleh karenanya, toleransi disebutnya wajib dilaksanakan antar umat beragama termasuk di Indonesia. Hal ini untuk menjaga kesatuan di tengah keberagamaan. “Toleransi itu wajib dilaksanakan antar umat beragama,” ucapnya.

Ia pun menekankan agar masyarakat bisa mengedepankan menjaga sikap serta tutur kata agar tidak memantik perpecahan bangsa. Termasuk menjunjung toleransi terhadap perbedaan keyakinan dan pendapat.

Sumber ; republika.co.id

Write a Reply or Comment