7 PRINSIP MEMBENTUK PERILAKU ANAK

JIC – Membentuk perilaku anak tidak bisa dijalankan secara asal-asalan. Hubungan anak dan orang tua memberi warna dominan terhadap perilaku anak. Hubungan yang asal-asalan, tanpa dilandasi moralitas apalagi menihilkan akhlak yang baik, akan menghasilkan perilaku yang liar.

Keterlibatan orang tua membuka diri dalam komunikasi yang sehat dengan anak merupakan peran paling berat yang harus ditunaikan. Dikarenakan tugas orang tua bukan hanya memberi makan, menyediakan tempat tinggal, menyekolahkan di sekolah favorit. Lebih dari itu, kita tidak rela jiwa mereka direbut oleh orang lain.

Berikut ini prinsip mendorong anak berperilaku agar peran dan fungsi sebagai orang tua tidak tercerabut dari jiwa anak:

  1. Anak mencontoh perilaku orang tua

Anak melakukan apa yang kita lakukan. Ini prinsip utama membentuk perilaku anak. Orangtua adalah teladan anak. Apa yang kita kerjakan di depan anak jauh lebih penting dari apa yang kita katakan. Apabila kita menginginkan anak mengucapkan “tolong”, kita harus mengatakannya terlebih dahulu pada mereka. “Tolong ibu diambilkan pensil,” lebih ampuh daripada kita berceramah tentang sikap saling tolong-menolong.

  1. Mengungkap perasaan di depan anak

Saat berperilaku baik dan menyenangkan di hadapan kita, ungkapkan perasaan bahwa kita senang dan bangga. Sebaliknya ekspresi sedih sebagai ungkapan kita atas perilakunya yang mengecewakan juga perlu sesekali kita tunjukkan. “Saya senang melihat Adik mau makan sendiri,” melatih anak seperti berhadapan dengan cermin dirinya. Penggunaan kata “Saya” atau “Aku” memberi anak kesempatan melihatnya dari perspektif kita. Ini namanya empati. Di Rumah Ngaji Al-Syahdy kepada anak-anak yang membaca Al-Quran dengan fasih dan tartil, saya menyampaikan kegembiraan hati saya. “Saya bersyukur dan senang dengan kalian yang membaca Al Quran dengan fasih dan tartil.”

  1. Peka terhadap perilaku baik

Prinsip ini membalik kecenderungan sikap orangtua yang gampang melihat kekurangan anak. Semoga kita bukan tipe orangtua seperti ini. Ada saran rasio antara pujian dan kritikan pada anak adalah 6:1. Enam untuk komentar positif berbanding satu komentar negatif. Mengapa? Apabila rasio perbandingannya 1:1, anak cenderung memperhatikan komentar negatif. Hal ini bukan berarti anak dijauhkan dari kritik. Selama kritik disampaikan pada saat dan tempat yang tepat hal itu tidak masalah. Harap diingat, satu aktivitas bagi anak akan memiliki seribu cara mengerjakannya.

  1. Menyejajarkan posisi dengan anak

Saat berbicara dengan anak sejajarkan posisi kita dengan mereka. Anak duduk kita ikut duduk di sampingnya. Menyejajarkan posisi merupakan teknik ampuh menjalin komunikasi yang efektif dan positif. Posisi ini akan merebut perhatian anak bahwa kita peduli dan berempati. Hal ini memudahkan anak fokus dengan apa yang kita sampaikan.

  1. Aku mendengarmu, Sayang

Ini prinsip sudah sering disampaikan bahwa anak mengetahui kita menyimak apa yang mereka ceritakan. Membentuk perilaku anak bukan semata anak harus selalu mendengarkan instruksi orangtua. Komunikasi yang seimbang dijalin dengan kesanggupan orangtua mendengarkan anak.

  1. Menepati janji

Harap tidak main-main dengan janji. Menjanjikan sesuatu agar anak menuruti perintah lalu janji itu dilanggar begitu saja bukanlah cara yang tepat membentuk perilaku. Apabila kita berjanji membelikan buku setelah anak hafal juz 30, itu janji harus ditepati. Membentuk perilaku anak memerlukan lingkungan komunikasi yang konsisten. Jadi, harap tidak menyepelekan janji.

  1. “Tidak” yang benar-benar “tidak”

Anak merengek untuk meminta sesuatu. Kita bilang “tidak” karena sesuatu yang diinginkan anak untuk saat itu memang “tidak” bisa dipenuhi. Anak makin merengek. Maka, setelah berkata “tidak” kita tidak bisa menolelir dan bersikap seperti meng-iya-kan. Jika hal ini sering kita lakukan, maka anak akan kembali merengek di lain kesempatan sebagai senjata untuk memenuhi keinginannya.

Membentuk perilaku anak memerlukan konsistensi sikap orangtua. Konsistensi itu akan terpenuhi apabila komunikasi yang terjalin berlangsung efektif dan positif. Semoga bermanfaat.

Sumber: Ummi online

Write a Reply or Comment

seven + 4 =