BEGINILAH KASIH RASULULLAH KEPADA IBU ASUH

yateem2

JIC – Siapa yang memiliki ibu asuh atau ibu angkat? Meski bukan ibu kandung, tapi ia rela mengurus segala keperluan kita sehari-hari dari kecil hingga dewasa. Rasulullah pun memiliki seorang ibu asuh yang luar biasa.

Allah telah mengatur jalan hidup Muhammad Rasulullah saw. Di awal kehidupannya, karena tradisi,beliau tak menyusu kepada ibunya, Aminah, melainkan seorang wanita dusun yang mulia, Halimah As-Sa’diyah. Selayaknya ibu kandung, Rasulullah memperlakukan Halimah dengan kasih dan penghormatan.

Suatu hari di masa paceklik, Halimah datang kepada Rasulullah untuk meminta bantuan. Rasulullah dan Khadijah kemudian memberinya 20 ekor unta dan 20 ekor kambing untuk dibawa pulang.

Kali lain, Halimah pernah datang menemui Rasulullah. Sebagaimana menyambut ibu yang mulia, di depan para sahabat, Rasulullah membuka serbannya dan menggelarnya untuk alas duduk Halimah. Betapa tingginya kedudukan Halimah bagi Rasulullah.

Selain Halimah, Rasulullah juga diasuh oleh Ummu Aiman, budak Abdullah bin Abdul Muthalib, ayahnya. Bersama Aminah, Ummu Aiman mengurus semua keperluan Rasulullah. Ketika Aminah wafat, Ummu Aiman tetap mengasuh Rasulullah di rumah kakeknya.

Tak heran betapa dekatnya hubungan Rasulullah dengan Ummu Aiman. Rasulullah selalu menyempatkan diri menjenguk Ummu Aiman. Suatu ketika Rasulullah mengunjunginya, namun beliau tak mau meneguk minuman yang telah dihidangkan, entah karena sedang puasa atau memang tak suka. Tanpa peduli siapa yang dihadapinya, Ummu Aiman mengomeli Rasulullah karena kesal. Beliau diam saja menerima omelan ibu angkatnya itu.

Rasulullah pun berusaha semampunya menyenangkan hati Ummu Aiman. Beliau memberikan kebunnya di Madinah untuk Ummu Aiman yang memang menginginkannya.

Ada pula nama Fathimah binti Asad sebagai ibu angkat Rasulullah. Wanita ini adalah istri Abu Thalib, paman Rasulullah. Sejak Abdul Muthalib wafat, Fathimahlah yang menjaga Rasulullah bersama Ummu Aiman. Dia tak membedakan Rasulullah dengan anak-anak kandungnya, bahkan dia lebih menyayangi Rasulullah dibandingkan anak-anak kandungnya.

Rasulullah sering mengunjungi dan memberi Fathimah berbagai hadiah yang menyenangkan hatinya. Rasulullah diliputi kesedihan saat Fathimah wafat. Sebagai bentuk kasih dan penghormatan, Rasulullah masuk ke liang kubur Fathimah. Beliau melepaskan gamisnya lantas diselimutkannya ke jenazah Fathimah, lalu merebahkan diri di dalam kubur di sisi Fathimah.

“Kupakaikan gamisku kepadanya supaya dia memakai pakaian surga. Aku merebahkan diri di sisinya agar dia diringankan dari siksa kubur. Selain Abu Thalib, tiada yang perlakuannya lebih baik terhadapku daripada dirinya,”tutur Rasulullah.

Rupanya tak ada beda perlakuan terhadap ibu kandung dan ibu angkat. Sungguh, tiada mudah mengasuh dan membesarkan anak. Kasih sayang, perhatian, memenuhi kebutuhannya adalah sebagian cara membalas jasa para ibu–ibu angkat, apalagi kandung–yang telah banyak berkorban demi kebahagiaan dan keberhasilan hidup seorang anak manusia.

Sumber ; ummi-online.com

Write a Reply or Comment

8 − 8 =