INGIN BELAJAR BERBISNIS? DAFTAR SEGERA ! MUSLIM PRENEUR CLASS ABDURACHMAN BIN AUF DI JIC

Salah Satu Kegiatan Seminar Bisnis Jakarta Islamic Centre

JIC – Sembilan dari sepuluh pintu rezeki berasal dari berdagang. Inilah yang menjadi salah satu motivasi utama, mengapa seorang muslim dianjurkan untuk mejemput rezeki dengan berdagang atau berbisnis. Menjadi pebisnis ulung, bukanlah hal baru dalam sejarah kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya. Usman Bin Affan, Abdurrahman Bin Auf, Mushaf Bin Umar, merupakan deretan sahabat Rasulullah yang terkenal piawai dalam berbisnis hingga mencapai kesuksesan sebagai pengusaha ternama, sekaligus sebagai pelopor usahawan muslim yang menggabungkan falsafah islam nan suci dengan prinsip ekonomi yang profitable.

Kita ketahui, Rasulullah SAW, memulai karirnya sebagai pemuda islam yang berbisnis dengan membawa barang dagangan dari Makkah ke seluruh jazirah Arab. Sekaligus mensyiarkan budi pekerti pedagang yang benar sesuai tuntunan Islam. Jujur, amanah, adil, komitmen dan bertanggung jawab menjadi brand image yang terbangun dengan sendirinya dari perilaku dan motto bisnis yang dijalankan Rasulullah. Hasilnya, tak hanya disenangi oleh rekan bisnis, yang secara langsung berimbas pada kepercayaan rekan bisnis. Di sisi lain secara berkelanjutan bisnis yang dikembangkan Rasulullah menjadi role model para sahabat dalam memulai dan menjalankan bisnisnya.

Meraup pundi-pundi keuntungan dari berusaha dan berbisnis, tentu menjadi tujuan dari seluruh pengusaha dan pebisnis. Tapi yang harus diingat, sebagai generasi islam masa kini. Berbisnis seharusnya tetap menjadi media dakwah dengan menjalankan prinsip prinsip muamalah  sesuai syariat islam.

Berdagang sejatinya memudahkan urusan orang lain dalam memperoleh barang dan jasa. Dan dalam kesempatan yang sama, berbisnis memberi manfaat bagi kedua pihak yang bertransaksi. Tak boleh ada yang terdzolimi, tak boleh ada pihak yang dirugikan. Transaksi yang terjadi harus berlangsung secara jujur, sukarela dan ridho dalam melepas dan menerima barang dan jasa yang diperdagangkan.

Lalu apa kabar dengan dunia bisnis yang ada disekitar kita saat ini ? praktek yang  jauh dari syariat islam berlangsung secara masif, terstruktur dan menjadi raksasa ekonomi yang mempertontonkan ketidakadilan dalam proses transaksi yang dijalankan. Tak heran dunia ekonomi yang disebut penuh kemajuan ini, tak mampu memberi solusi apalagi memberi kesejahteraan bagi para pelaku ekonomi didalamnya.

Faktanya perekonomian dunia termasuk Indonesia didalamnya, dikuasai oleh mereka yang mendewakan sistem ekonomi yang jauh dari prinsip prinsip syar’i .

Beradasar pada kondisi keadaan yang terjadi saat ini. sebagai umat mayoritas dinegeri Indonesia, sudah sepantasnya, muslim tampil memegang kendali dan memiliki peranan penting dalam perekonomian tanah air. Tak ada yang lebih mengerti kebutuhan, keinginan dan pangsa pasar yang diinginkan umat muslim selain umat islam itu sendiri.

Dan sebagai Pusat Pengakajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ), melalui Divisi Bisnis Jakarta Islamic Centre memprakarsai dan mempersembahkan pendidikan bisnis yang menjadi wadah belajar dan menuntut ilmu bisnis syariah sesuai tuntunan nabi yang berpedoman pada Alquran – Hadits, dalam meraih ridho Allah SWT.


Sesuai dengan namanya, kelas bisnis (Muslim Preneur Class– MPC) Abdurachman bin Auf (ABA) bercita-cita menjadi pendidikan non formal yang menjadi pilihan bagi generasi muslim untuk menuntut ilmu bisnis dan how to be entrepreneur, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah dan para sahabatnya.

Sosok Abudrachman bin Auf menjadi inspirasi dalam kesuksesan berbisnis dengan menerapkan prinsip ekonomi yang islami. Ekonomi yang memberi kemanfaatan halalan thayyiban, yang berdasar asas keadilan, yang menawarkan kesetaraan, dan mewujudkan kesejahteraan, bagi seluruh pelaku ekonomi yang terlibat.

Melalui MPC-ABA, Divisi Bisnis Jakarta Islamic Centre menawarkan kelas bisnis yang memberi ruang pengajaran berbisnis berbasis islam, karena sejatinya, menjadi muslim adalah bagaimana memberi kemanfaatan bagi sesama. Pribadi muslim akan selalu menjadikan setiap langkah dan aktivitas kehidupannya sebagai ajang berdakwah, termasuk menjadikan lahan bisnis sebagai media dakwah sekaligus ikhtiarnya dalam menjemput rezeki dari Allah SWT. Informasi kegiatan dan pendaftaran kelas bisnis ini dapat menghubungi Dipo Khairul (0812 1554 9288). (ZS)

Write a Reply or Comment

one × five =