Jamiat Ulama India Sebut Kondom Dalangi Kerusakan Moral

Intelektual Muslim mengecam resolusi komite pengelola Jamiat ulama-i-Hind, yang mendesak anak-anak muda untuk menjauhi TV dan bioskop dan juga mengisyaratkan bahwa kondom adalah akar penyebab dari kekerasan seksual dan kerusakan moral.

NEW DELHI (Berita SuaraMedia) – Intelektual Muslim mengecam resolusi komite pengelola Jamiat ulama-i-Hind, yang mendesak anak-anak muda untuk menjauhi TV dan bioskop dan juga mengisyaratkan bahwa kondom adalah akar penyebab dari kekerasan seksual dan kerusakan moral.

Jamiat menetapkan bahwa panel reformasi harus dibentuk di kota-kota  dan desa-desa untuk membujuk kaum muda agar mempraktikkan agama dengan baik, menjauhi bioskop, TV, dan “pengaruh yang merusak moral”. Larangan itu menimbulkan protes dengan banyak pihak yang beralasan bahwa kanal-kanal seperti Peace TV dan Win TV, yang menyebarkan cara hidup kaum Muslim, mengalami penyempitan lingkup.

Mohammed Manzoor Alam, ketua Institut Studi Obyektif, mengakui bahwa TV memiliki banyak dampak positif dalam menyebarkan informasi. “Tantangannya adalah untuk mengambil sisi positif dari TV dan bioskop,” ujarnya.

“Solusi kondom itu sendiri yang disebarkan untuk mencegah AIDS adalah akar penyebab dari kekerasan seksual,”  bunyi resolusi tersebut. Banyak yang merasa bahwa sentimen yang sesungguhnya dibingungkan oleh pemilihan kata-kata yang salah.

YH Muchhala, advokat Mumbai yang telah membantu Dewan Hukum Personal Muslim India pada beberapa persoalan, meletakkannya dalam perspektif.

“Upaya untuk mempopulerkan kondom dan pil kontrasepsi dalam banyak cara adalah buah pikiran dari perusahaan yang memproduksinya. Dalam beberapa hal, kita menjadi subyek kepentingan komersial yang berusaha mengikis nilai-nilai lama kita lintas agama. Aku sependapat dengan sentimen itu, tapi aku akan memilih untuk mengekspresikannya dengan cara yang berbeda,” ujarnya.

Profesor Mujtaba Khan dari Pusat Studi Dalit dan Minoritas Jamia ikut angkat bicara.

“Upaya pemerintah untuk mempopulerkan kondom memiliki dasar ilmiah. Itu disebarkan ke seluruh masyarakat, dan bukan hanya di kalangan Muslim. Ini adalah persoalan kesadaran umum. Jika ajaran Islam disampaikan kepada mereka, mereka akan tahu perbedaan antara yang benar dan yang salah,” ujarnya menjelaskan.

Resolusi itu mengungkapkan kekhawatiran tentang berbagai kebodohan di antara anak muda Muslim. Contohnya, “Ada kecenderungan yang meningkat dalam pemakaian narkoba di kalangan muda. Situasi ini sangat menyedihkan. Kaum Muslim tergoda oleh kebudayaan Barat. Ini telah menciptakan krisis identitas Islam,” ujarnya memperingatkan.

Resolusi itu juga mengecam pesta pernikahan yang berlebih-lebihan dan berusaha untuk menghapus praktik mahar berlebih. (rin/ti/suaramedia)

Write a Reply or Comment

one × 3 =