KISAH PENGHULU DI TENGAH PUSARAN PANDEMI COVID-19

Seorang penghulu di KUA Kramat Jati, Jakarta Timur, Isfandi      Foto: Republika/Havid Al Vizki

Penghulu memiliki kewajiban menikahkan pasangan pengantin di masa pandemi.

JIC, JAKARTA — Seorang penghulu tetap memiliki kewajiban untuk menikahkan pasangan pengantin meski sangat berisiko tertular Covid-19. Seperti yang dijalani oleh Isfandi, seorang penghulu di KUA Kramat Jati, Jakarta Timur.

Penghulu berusia 58 tahun ini menyadari bahwa penularan Covid-19 di Ibu Kota sangat tinggi dan dapat membahayakan dirinya. Namun, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk tetap melayani masyarakat yang ingin menunaikan sunnah nabi tersebut.

Setidaknya ia sudah menikahkan puluhan pasangan pengantin sejak munculnya Covid-19 pada Maret lalu. Banyak hal yang ia rasakan dalam melayani pasangan pengantin di masa pandemi, baik suka maupun duka.

Pria yang sudah 17 tahun mengabdi sebagai penghulu ini biasanya menikahkan pasangan pengantin di acara-acara pernikahan yang meriah. Tapi, sejak adanya pandemi ini, ia hanya bisa menyaksikan pernikahan yang penuh dengan keterbatasan.

Di masa pandemi ini, ia juga merasa khawatir tertular Covid-19 karena banyaknya Orang Tanpa Gejala (OTG). Kekhawatiran itu bertambah ketika seorang teman penghulunya yang belum lama ini meninggal dunia akibat Covid-19. Karena itu, saat menikahkan pasangan pengantin di KUA Kramat Jati ia menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Isfandi selalu menikahkan pasangan pengantin di Kantor KUA Kramat Jati dengan tata cara sesuai aturan Kementerian Agama. Diantaranya, selama ijab kabul harus menggunakan masker, sarung tangan, menjaga jarak, dan prosesi akad nikah tidak boleh lebih dari 10 orang.

Untuk mencegah penularan Covid-19, Kantor KUA Kramat Jati pun sudah melakukan berbagai inovasi layanan. Kepala KUA Kramat Jati, Maman Toufik Rahman mengatakan, dalam melayani masyarakat pihaknya telah menerapkan sistem antrean berbasis teknologi.

Mayarakat yang berada di dalam kantor KUA pun dibatasi. Kendati demikian, ia tetap mengimbau kepada para penghulu untuk selalu waspada terhadap penularan Covid-19.

Sumber : Republika.co.id

 

 

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

AKTIVIS SWEDIA RENCANAKAN BANYAK AKSI PEMBAKARAN ALQURAN

Read Next

BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN MAHASISWA DARI BAZNAS (BAZIS) DKI, INI SYARATNYA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 5 =