PUSAT WISATA HALAL DUNIA (2)

JIC, JAKARTA–Hasil upaya tim dan penyelenggaraan forum tersebut, Indonesia sukses meluncurkan Indonesia Muslim Travel Index pada akhir tahun 2018 di Jakarta. Pemerintah daerah perlu bergerak cepat untuk bersaing pada wisata halal.

Dalam berita yang dirilis oleh www.republika.co.id, Pemprov Riau menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 18/2019 Tentang Pariwisata Halal pada 5 April 2019 yang lalu. Pariwisata Riau melirik potensi ini dengan serius dan menyiapkan kegiatan wisata olahraga, “Triathlon Sunnah 2019”. Kegiatan yang diinspirasi hadis Nabi Muhammad SAW ini diprediksi menarik pecinta olahraga berlari, berenang, dan berkuda untuk datang ke Riau.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan, lima juta wisatawan Muslim atau 25 persen dari total target 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019, dengan potensi pendapatan sekitar Rp 77 triliun-Rp140 triliun sebagai devisa Indonesia.

Peluang pascapemilu

Ada yang menarik dalam debat kelima pemilihan presiden pada 13 April lalu. Tommy Ristanto yang menjadi moderator memaparkan, perkembangan ekonomi dan perdagangan syariah dengan potensinya yang besar.

Lalu, ia menanyakan, strategi kedua paslon untuk merealisasikan potensi ekonomi dan keuangan syariah serta menempatkan posisi Indonesia menjadi pemain utama ekonomi syariah global.

Cawapres 01 Ma’ruf Amin dengan lugas menyatakan, visi misinya akan mendorong industri halal, baik untuk dalam negeri maupun luar negeri karena sertifikasi halal Indonesia sudah menjadi acuan standar halal dunia.

Capres 01 Jokowi menambahkan, Indonesia dinobatkan sebagai nomor satu di bidang wisata halal dan akan membuka “Halal Park”. Jawaban cawapres 02 Sandiaga Uno pun tak kalah menarik, yang akan mengembangkan ekonomi syariah dengan menciptakan ekosistem ekonomi syariah secara komprehensif.

Menurut dia, saat ini potensi pariwisata halal Rp 3.300 triliun dan dapat mencapai Rp 14 ribu triliun pada 2030, merupakan peluang yang harus diambil. Jawaban kedua paslon dalam debat pilpres itu menjadi angin segar bagi industri pariwisata halal.

Para pelaku bisnis pariwisata halal harus mampu mempersiapkan diri dan menyikapi hal itu. Sebaiknya, para pemangku kepentingan wisata halal bekerja sama guna menjadikan Indonesia sebagai pusat pariwisata halal dunia.

Salah satu yang perlu diperbaiki adalah minimnya data terkait pariwisata halal milik instansi pemerintah, seperti Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia, atau Kementerian Pariwisata.

Padahal, ketersediaan data akurat wisata halal yang dimiliki pemerintah dapat menjadi acuan strategi kebijakan dan penerapan langkah taktis untuk mendukung pariwisata halal di Indonesia.

Imaduddin Indrissobir, Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pariwissata Halal

 

sumber : republika.co.id

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

PUSAT WISATA HALAL DUNIA

Read Next

JIC GELAR HAFIDZ ON RADIO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + thirteen =