3 PRINSIP MERAIH KESUKSESAN HIDUP DI DUNIA MENURUT ISLAM

Terdapat sejumlah prinsip sukses dalam kehidupan dunia menurut Islam. Ilustrasi amal saleh.   Foto: Reuters

Terdapat sejumlah prinsip sukses dalam kehidupan dunia menurut Islam

JIC, JAKARTA – Islam telah mengajarkan bagaimana cara hidup bahagia di dunia dan akhirat.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seorang Muslim agar kehidupannya mewujud menjadi kebahagiaan sesuai Alquran dan sunnah. Berikut ini adalah kunci sukses dan bahagian yang diajarkan dalam Islam:

1. Beriman dan beramal saleh. Allah SWT berfirman dalam Surat Ar-Ra’ad ayat 29:

الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَىٰ لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ “Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.”

Selama Islam menyertai perbuatan, hati dan lisan seorang Muslim, maka dia diberikan kemakmuran. Mengapa Islam menjadi penyebab kesuksesan? Di antaranya, karena Islam adalah ajaran yang paling lengkap dan terbaik, tertinggi dan paling terhormat.

Selain itu, Islam adalah agama yang membebaskan manusia dari perbudakan. Ketentuan syariat Islam, ibadah dan akhlak yang diajarkan bertujuan untuk mengatur kehidupan manusia, menanamkan ketenangan, kenyamanan, dan kebahagiaan dalam dirinya, serta menjadikannya makhluk mulia yang hidup untuk suatu tujuan dan tidak sekadar makan dan minum.

 

2. Kejar kecukupan rezeki

Seorang hamba akan diberikan ujian oleh Allah SWT, baik itu dengan kemiskinan atau keberlimpahan harta. Kedua hal ini, bagaimana pun, pada hakikatnya adalah gangguan yang mewarisi rasa cemas dan sedih.

Maka, siapapun yang menghendaki kebaikan dan kemakmuran, Allah SWT akan mencukupi kebutuhannya. Nabi Muhammad SAW sendiri berdoa agar Allah SWT mencukupkan keluarganya dengan sesuatu yang mencukupi mereka.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: اللهمّ ارزق آل محمّد قوتا “Ya Allah, berikanlah rezeki untuk keluarga Muhammad (rezeki) yang menguatkan.” (HR  Bukhari dan Muslim)

Rezeki adalah sesuatu yang menopang dan mencukupi untuk kehidupan di dunia. Dan setelahnya tidak lagi dibutuhkan. Maksudnya adalah setiap Muslim hendaknya mencegah diri mereka dari keadaan yang akan membebaninya, dan mencegah perasaan yang bisa mengarah pada kemewahan dunia.

Al-Allamah Al-Manawi menjelaskan, kemiskinan ekstrem itu bencana, dan kekayaan yang berlebihan juga bencana. Dan yang terbaik adalah berada di antara keduanya. Itulah juga mengapa Nabi Muhammad SAW berdoa:

اللهم اجعل رزق آل محمد قوتا “Ya Allah SWT, jadikanlah rezeki keluarga Muhammad sebagai kekuatanku.”

3. Bersyukur

Yakinlah terhadap apa yang telah Allah SWT tetapkan. Sebab terkadang ada seorang Muslim yang hidupnya sudah cukup tetapi merasa tidak puas dengan apa yang telah diberikan Allah SWT.

Dia terus-menerus gelisah dan marah serta siang dan malam selalu mengeluh tentang ketetapan Allah SWT. Dirinya sibuk meminta tambahan. Demikianlah ciri orang yang miskin hati dan jiwa.

 

Sumber : Republika.co.id

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

MACAM-MACAM REZEKI MENURUT SYEKH SAID NURSI TURKI

Read Next

KEMENAG SEBUT PAKAI MASKER SAAT SALAT TETAP SAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 1 =