JIC, BEKASI — Wisata Muslim kini makin berkembang di berbagai penjuru dunia. Tidak hanya di Negara-negara Muslim atau berpenduduk Muslim. Para wisatawan Muslim (Muslim traveller) juga berusaha menikmati wisata Muslim di berbagai negara non-Muslim, baik di Eropa, Asia, Amerika maupun Australia.
Dalam pandangan Ketua Komisi Seni dan Budaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) PusatĀ Habiburrahman El Shirzy Lc PgD, kehadiran para Muslim traveller di berbagai negara non-Muslim itu ternyata tidak hanya berarti menikmati wisata halal atau wisata Muslim.

āLebih dari itu, kehadiran para Muslim traveller di negara-negara non-Muslim juga bisa menjadi salah satuĀ wahana āsoft diplomationā (diplomasi secara halus) tentang keindahan ajaran Islam. Apalagi beberapa tahun terakhir ini ada beberapa peristiwa yang mencoreng nama baik Islam, terutama berupa aksi terorisme di sejumlah kota di Eropa maupun Amerika,āĀ kata Habiburrahman El Shirazy.
Budayawan dan novelis itu mengemukakan hal tersebut saat tampil sebagai nara sumber pada peluncuran dan bedah buku āMuslim Traveller Solutionsā karya H Priyadi Abadi MPar di Hotel Horison Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/10).
Habiburrahman menambahkan, sikap dan perilaku para Muslim traveller ketika berwisata ke Negara-negara non-Muslim dapat menjadi tolo ukur mengenai nilai-nilai Islam. Misalnya cara berpakaian yang rapih, sopan santun, ramah, tertib, menjaga kebersihan di hotel maupun tempat-tempat berbelanja dan obyek-obyek wisata.
āSemua itu, kata novelis yang akrab dipanggil Kang Abik itu,Ā bisa menjadi āsoft diplomationā bagi kalangan non-Muslim di berbagai negara non-Muslim tersebut, bahwa Islam itu indah, ramah, tertib, bersih dan lain-lain.
āKita bisa menunjukkan kepada mereka sisi Islam yang sebenarnya yang selama ini tidak diketahui oleh kalangan non-Muslim khususnyaĀ di Negara-negara Barat. , āIni lho, kami orang-orang Muslim. Kami tidak berbahaya lhoā,ā papar Habiburrahman El Shirazy.

Launching dan bedah buku āMuslim Traveller Solutionsā itu juga menampilkan nara sumber Penasehat Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Darul Muttaqin Surabaya KH Ahmad Sofwan Ilyas Lc, Senior Muslimah Tour Leader Yulita Widiastuti, dan Direktur Utama Al-Bilad Tour Jamaluddin.
Pada kesempatan tersebut Priyadi Abadi yang juga Chairman Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF)Ā menyerahkan sertifikat kepada para peserta West Europe Muslim Educational Trip (WEMET) Batch 2 yang diselenggarakan oleh IITCF pada akhir Juli hingga awal Agustus 2016 lalu.
Sumber ; republika.co.id












