Home News Update Islam Indonesia GUS MIFTAH, DARI DAKWAH SARKEM BERUJUNG VIRAL DI BOSHE BALI

GUS MIFTAH, DARI DAKWAH SARKEM BERUJUNG VIRAL DI BOSHE BALI

0
545

Gus Miftah, ustaz yang getol berdakwah di tempat hiburan malam. (Foto: Screenshot via instagram (@gusmiftah)

JIC, Jakarta,  — Sebuah rekaman video yang menampilkan pekerja klub malam Boshe VVIP di Bali melantunkan selawat nabi dipandu seorang ustaz di atas panggung menjadi viral pada pekan ini.

Sosok yang memandu di atas panggung klub malam itu adalah Gus Miftah Maulana Habiburrahman, pengasuh pondok pesantren Ora Aji, Tundan, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gus Miftah mengatakan dakwah di dunia malam itu adalah rutinitas yang ia lakukan sejak sekitar 12 tahun silam. Tujuan dia sederhana: memberi kesempatan kepada mereka yang terbentur dengan tuntutan hidup agar kembali lebih dekat dengan Islam.

Menurutnya tak ada upaya selain terjun langsung memberi tausiah ke dunia malam yang menjadi tempat mereka mencari peruntungan. Jika tidak begitu, kata Gus Miftah, celah ruang tobat akan selalu sempit.

“Yang perlu dipahami tidak hanya berbicara halal haram, tidak hanya berbicara surga-neraka, tidak hanya berbicara pahala dan dosa. Agama tidak sesempit itu,” ujar Gus Miftah saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (12/9).

Mengisi pengajian malam sudah menjadi kebiasaan Gus Miftah. Dia mulai melakoni terjun dakwah kawasan Pasar Kembang alias Sarkem, Yogyakarta. Daerah tersebut dikenal sebagai lokalisasi para pencari pemuas berahi.

Pada mulanya, ada saja penolakan baik dari penguasa wilayah maupun manajemen tempat hiburan malam. Namun penolakan itu tak menghentikan niatnya melakoni dakwah di dunia malam.

“Total sudah 12 tahun,” kata Gus Miftah.

Gus Miftah mengaku kerap dicibir selama melakukan kegiatan tersebut. Bahkan ada pula yang sempat menyebutnya telah melacurkan ajaran agama dan menerima bayaran dari pengelola tempat-tempat tersebut.

“Paling tidak enak itu saya ketika dituduh melacurkan agama. Untuk itu (mengisi pengajian di tempat hiburan malam) saya biaya sendiri, tiket hotel sendiri. Semuanya saya biaya sendiri. Kalau tuduhannya saya melacurkan agama, itu tidak benar,” ujar Gus Miftah.

Gus Miftah tak ambil pusing dengan orang-orang yang mengkritiknya. Dia memilih istiqomah melakoni jalannya turut menyiarkan ajaran Islam dan memberikan tausiah ke tempat-tempat hiburan malam.

“Jangan pernah halangi mereka untuk kembali bermesraan dengan Tuhan-nya,” ujar dia.

Menurut Gus Miftah, para pekerja tempat hiburan itu setidaknya memiliki nurani dan rasa malu atas profesi yang mereka tekuni. Namun, sambungnya, rasa malu itu kalah oleh kebutuhan yang berada di depan mereka.

“Nah yang kita cari bagaimana kita menumbuhkan perasaan malu di mereka. Bagaimana caranya kita masuk untuk menyadarkan mereka. Sementara itu, banyak orang yang datang ke mereka hanya sebagai hakim, tak memberi solusi,” ujarnya.

“Karena itu saya masuk ke mereka, karena kesempatan mereka [pekerja hiburan] lebih sedikit,”

Kepada para pekerja malam tersebut, sambung pria yang disapa Abah Miftah oleh para santrinya itu, menyelipkan pesan-pesan dalam tausiah agar para pekerja hiburan itu tak melupakan tujuan hidup di dunia.

sumber : cnnindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

10 + 15 =