Home News Update Dunia Islam KOTA PERTAMA DI AMERIKA SERIKAT YANG DIPIMPIN OLEH MUSLIM, SUASANA HARMONIS DENGAN...

KOTA PERTAMA DI AMERIKA SERIKAT YANG DIPIMPIN OLEH MUSLIM, SUASANA HARMONIS DENGAN ‘AZAN DAN LONCENG GEREJA BERBUNYI BERSAMAAN’ (3)

0
527
Umat Muslim berdoa saat salat Jumat di Masjid Islamic Center Al-Islah di Hamtramck, Michigan.                                                                          GETTY IMAGES

JIC,– Dua puluh tahun setelah serangan 11 September, Islamofobia masih menghantui umat Muslim dan etnis Arab Amerika.

Hampir setengah dari orang dewasa Muslim-Amerika mengatakan kepada Pew pada tahun 2016 bahwa mereka secara pribadi telah mengalami beberapa bentuk diskriminasi, ketika Donald Trump saat kampanye Pilpres mengusulkan larangan imigran dari negara-negara mayoritas Muslim memasuki AS.

Para peneliti juga menemukan bahwa di antara semua kelompok agama, Muslim masih menghadapi pandangan paling negatif dari publik Amerika.

Lebih dari separuh orang Amerika mengatakan tidak mengenal Muslim secara pribadi, tetapi bagi mereka yang dekat dengan umat Muslim cenderung tidak sampai berpikir bahwa Islam mendorong kekerasan dari agama lain.

Presentational grey line

Hamtramck adalah contoh hidup, tentang bagaimana pengalaman pribadi menghilangkan Islamofobia.

Ketika Shahab Ahmed mencalonkan diri sebagai anggota dewan kota tak lama setelah serangan 11 September, dia menghadapi perjuangan yang berat.

“Ada selebaran di seluruh kota yang mengatakan saya pembajak ke-20 yang tidak berhasil mencapai pesawat,” kata orang Bengali Amerika itu.

Setelah dia kalah dalam pemilihan tahun 2001, Ahmed mengetuk pintu tetangga untuk memperkenalkan diri.

Dia terpilih dua tahun kemudian, menjadi pejabat kota Muslim pertama di Hamtramck.

Sejak itu, dukungan untuk komunitas Muslim tumbuh di kota tersebut.

Sebuah mural yang menunjukkan seorang perempuan berhijab di Hamtramck
Mural Hamtramck yang menampilkan seorang perempuan berhijab

Pada 2017, ketika pemerintahan Trump memberlakukan larangan masuk bagi pendatang dari sejumlah negara Muslim, warga berkumpul untuk memprotes.

“Di satu sisi, itu memobilisasi dan menyatukan banyak orang karena semua orang tahu bahwa untuk tinggal di Hamtramck, Anda harus menghormati orang lain,” kata Razi Jafri, salah satu sutradara film dokumenter “Hamtramck, USA”.

Secara nasional, Muslim Amerika juga menjadi lebih terlihat secara politis.

Pada tahun 2007, kader Partai Demokrat Minnesotan Keith Ellison menjadi anggota kongres Muslim pertama.

Kongres AS saat ini memiliki empat anggota Muslim.

Pada hari pemilihan Hamtramck bulan ini, puluhan warga berkumpul di depan tempat pemungutan suara untuk saling menyapa, banyak yang memamerkan suvenir Hari Pemilihan mereka, yaitu stiker “Saya memilih”.

Para imigran sangat antusias untuk berpartisipasi dalam demokrasi, kata Jaczkowski. “Ini adalah hal yang sangat Amerika untuk dapat menyatukan orang”.

Presentational grey line

Tetapi seperti halnya di seluruh negeri, debat budaya yang intens terjadi di kota itu.

Pada bulan Juni, ketika pemerintah kota menyetujui pengibaran bendera kebanggaan gay di depan balai kota, beberapa warga marah.

Beberapa bendera yang tergantung di luar bisnis pribadi dan rumah dirobohkan, termasuk satu di luar toko pakaian vintage di pusat kota milik Majewski.

“Itu mengirimkan pesan yang sangat mengkhawatirkan kepada orang-orang,” katanya.

 

Ganja juga menjadi sumber kontroversi. Pembukaan tiga apotik di Hamtramck telah memicu kecemasan dari beberapa komunitas Muslim dan Katolik-Polandia.

Kemudian, warga lainnya prihatin dengan kurangnya partisipasi politik perempuan dalam komunitas Muslim konservatif.

Seperti pada malam pemilihan, Ghalib sebagai wali kota terpilih, dikelilingi oleh kerumunan warga Yaman-Amerika yang gembira dalam pesta pascapemilihan – menyajikan baklava dan kebab. Lebih dari 100 pendukung ada di sana, semuanya laki-laki.

Perempuan berpartisipasi dalam kampanyenya, kata Ghalib, tetapi pemisahan jenis kelamin tetap tradisional, bahkan ketika ditantang oleh generasi muda yang telah menjadi lebih “Amerika”, katanya.

Hamtramck juga menghadapi tantangan yang sama dengan kota-kota kawasan Rust Belt, mulai dari infrastruktur yang rusak hingga peluang ekonomi yang terbatas. Rust Belt mencakup Indiana, Illinois, Michigan, Missouri, New York, Ohio, Pennsylvania, West Virginia, dan Wisconsin yang mengalami penurunan industri pada era 1980an.

Hujan lebat selama musim panas membanjiri selokan kota dan banyak rumah.

Tingkat timbal yang tinggi ditemukan dalam sampel air minum kota, yang menarik perhatian nasional.

Hampir setengah dari penduduk kota berada di bawah garis kemiskinan.

Ini hanyalah beberapa dari masalah mendesak yang harus dihadapi oleh kepemimpinan kota yang baru.

“Seperti apa demokrasi di kota berpenduduk mayoritas Muslim? Seperti di tempat lain, berantakan dan rumit,” kata pembuat film dokumenter Jafri, “Jadi ketika muncul hal-hal yang tidak beres, perlu segera diatasi.”

Sumber : bbcindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 + 9 =