Home News Update Islam Indonesia KONSISTEN DENGAN SYAHADAT DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

KONSISTEN DENGAN SYAHADAT DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

0
704

JIC- KH Abdullah Hehamahua, MM dalam khutbahnya di Masjid Jakarta Islamic Center, Jumat (4/2) menekankan pentingnya memahami syahadat Lailahaillallah Muhammadarrasulullah kemudian konsisten didalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, dan Negara.

“Perhatikanlah kata-kata syahadah Asyhadu alla ilaaha, aku bersaksi bahwasannya tidak ada Tuhan. Jadi Syahadah kita dimulai dengan menolak semua Tuhan, mengapa? Karena pengertian Tuhan dalam ekslopedi adalah sesuatu yang padanya kita bergantung seluruhnya,”

“Kemudian ada yang menuhankan jabatan, karena ia bergantung dengan jabatan itu, ada yang menuhankan hartanya, yang dengan hartanya iya bergantung hidup, ada yang menuhankan suaminya, ada pula yang mentuhankan istrinya, menuhankan status sosialnya, menuhankan kecantikannya, kegantengannya dan seluruhnya,tuhan-tuhan itu harus ditolak,” ujar mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga:

PERLUKAH MUSEUM HOLOCAUST DI INDONESIA?

SEBUT 198 PONPES TERAFILISASI JARINGAN TERORIS, BNPT MINTA MAAF

Selanjutnya lanjut kyai Abdullah Hehamahua mengatakan, untuk memahami konteks syahadat yang pertama menolak segala bentuk tuhan selain Allah, maka ikutilah syahadat yang kedua yaitu Muhammadur Rasulullah.

“Untuk mengikuti Nabi dan Rasul terakhir Muhammad Rasulullah, Allah menerangkan dalam surah al-Ahzab. Sesungguhnya pada diri Muhammad ada suri tauladan bagi mereka yang mengharap Allah dan meyakini hari akhir dan setiap saat mengingat Allah,” terangnya.

Banyak shirah yang menghabarkan bagaimana ahlak Rasulullah menjadi kepala negara, bagaimana akhlak Rasulullah ketika menjadi pelayan ummat, bagaimana akhlak Rasulullah dalam bertetangga.

“Tetangga dalam Islam, non muslim satu haknya dengan kita. Dia sakit kita harus bantu, anaknya tidak bisa sekolah karena tak ada biaya kita bantu, dia miskin kita bantu. Haknya satu,” terang dai yang aktif sebagai dewan syuro DPP Masyumi.

“Bangsa, negara, masyarakat, dunia, khusunya Indonesia bisa selamat bisa aman, bisa damai kalau kembali kepada pola kehidupan Rasulullah selama 10 tahun di Madinah,” pungkasnya.[fan]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twelve − 11 =