Home Khazanah Islam Akhlak KETERBUKAAN DALAM RELASI SUAMI DAN ISTERI

KETERBUKAAN DALAM RELASI SUAMI DAN ISTERI

0
546
couple in hijab and islamic hijab enjoying dinner together muslim couples at home at a time of love, in the style of glowing lights, emerald and amber, sigma 105mm f 1.4 dg hsm art, navy and beige, romantic ruins, uhd image, non representational , --ar 3:2 --style raw --stylize 750

Serial Keluarga Sakinah (Edisi Kedelapan)

Oleh:

Arief Rahman Hakim, S.Sos. M.Ag || Kasubdiv Pendidikan dan Pelatihan PPIJ 

DI ANTARA langgengnya hubungan rumah tangga adalah sikap keterbukaan pasangan dan hal ini dimulai sejak proses lamaran (baca; khitbah) hingga diresmikan saat ijab kabul diucapkan; suami terbuka  kepada isteri dan isteri terbuka kepada suami. Entah terkait kondisi kesehatan, keuangan, pekerjaan, wiraswasta, pendidikan, dan kondisi keluarga besar masing-masing.

Fenomena saat ini membuat miris ketika didapati beberapa pernikahan seumur jagung dan postingan-postingan surat cerai yang diviralkan seakan-akan menganggap pernikahan bukanlah sebuah ibadah dan penjanjian yang agung, mitsaqan galizan.

Sebagai sebuah keluarga inti seyogyanya suami, isteri dan anak-anak saling terbuka dan menyampaikan apa pun secara lugas hal-hal yang memang perlu disampaikan. Apalagi di antara suami dan isteri sebagai sebuah kesatuan hubungan tidak perlu ditutupi apa pun agar tidak berdampak kepada keluarga ke depan jika nanti bermasalah.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَٰلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. [al-Ahzab (33) : 70]

Allah swt memerintahkan orang-orang yang beriman untuk bertakwa dan beribadah kepada-Nya serta berkata dengan perkataan yang benar yaitu yang lurus, tidak bengkok dan tidak menyimpang. Allah swt akan membalas mereka dengan diperbaikinya amal-amal mereka, yaitu dengan diberinya taufiq untuk beramal salih, diampuni dosa-dosanya yang lalu, serta apa yang akan terjadi pada mereka di masa yang akan datang. Lalu Allah swt memberikan ilham kepada mereka untuk bertaubat, bahkan dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke surga yang penuh kenikmatan, Jannatun na’im. Ada ulama tafsir mengatakan qaulan sadid adalah kalimat Laa Ilaha Ilallah, ada pula yang mengatakan as-sadid adalah kejujuran. Hal ini sebagaimana dijelaskan Ibnu Katsir di dalam tafsirnya.

Ada sepenggal kisah ketika terjadi Perjanjian Hudaibiyah pada tahun ke-6 hijriyah (628 M), yang terletak 22 km arah Barat dari Mekkah menuju Jeddah. Saat para sahabat merasa kecewa dengan hasil perjanjian yang tidak membolehkan mereka memasuki kota Mekkah untuk beribadah umrah, Rasulullah saw meminta kaum Muslimin berjumlah sekitar 1.400-1.500 orang berkurban dan bercukur rambut namun mereka tidak bangun dan melaksanakan perintah tersebut.

Maka Rasulullah saw masuk ke tendanya dan menceritakan kejadian tersebut kepada isterinya, Ummu Salamah. Lalu ia memberi saran Rasulullah saw agar keluar dari tenda, tidak bicara kepada siapa pun hingga  menyembelih kurban dan bercukur. Ketika Rasulullah saw melaksanakan saran ini maka serta merta kaum Muslimin bangun dan ikut berkurban dan bercukur.

Bernama asli Hindun binti Abu Umayyah bin Mughirah dari Bani Makhzum, ia seorang sahabiyah generasi pertama yang hijrah ke Habasyah bersama suaminya. Ketika selesai masa iddah karena wafatnya suami seusai Perang Uhud, ia sempat dilamar oleh para sahabat utama yaitu Abu Bakar dan Umar bin Khattab namun ditolaknya. Hingga Rasulullah saw melamarnya dan menikah di usia 29 tahun dengan membawa 4 orang anak dari pernikahan sebelumnya. Wanita cantik yang menjadi perawi 378 hadis dan ahli fikih hingga suatu ketika ‘Aisyah ra merasa bahwa Ummu Salamah adalah satu-satunya isteri Rasulullah saw yang menjadi saingan dalam keilmuan. Kelak Ummu Salamah disebut sebagai isteri Rasulullah saw yang berumur panjang dan sempat mengalami kejadian ketika Husein, cucu Rasulullah saw dipenggal kepalanya.

Yang terjadi saat ini adalah suami tidak menjelaskan apa pun kepada isteri terkait kondisinya baik terkait lingkungan kerja atau aktifitasnya termasuk hal keuangan, demikian pula dengan isteri yang menyimpan masalahnya sendiri, menanggung beban keluarga sendiri, ditutup rapat-rapat dan tidak memperhitungkan bahwa pada nantinya akan menjadi letupan besar dalam bingkai keluarga inti.

Para suami dan isteri tentu senantiasa ingat pesan Rasulullah saw,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berbicara yang baik atau diam

[HR. Bukhari dan Muslim]

Semoga Allah ta’ala mudahkan para suami dan isteri saling terbuka, menyampaikan keterusterangan terhadap pasangannya terkait apa pun dalam keseharian, dan tidak membiarkan masalah berlarut-larut agar anak-anak tenang dalam menjalani pendidikan dan sukses menggapai cita-citanya. Allahumma Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

six + eleven =