Home Khazanah Islam Akhlak KITA HANYA MENUNGGU ANTRIAN

KITA HANYA MENUNGGU ANTRIAN

0
31

Serial Ayat-Ayat Pendidikan – Edisi Lima Puluh

Oleh : Arief Rahman Hakim, M.Ag., Kasubdiv Pendidikan dan Pelatihan PPIJ

(Tulisan ini didedikasikan atas wafatnya almarhum ustaz Irfan Khomeini tepat setahun lalu, staf Divisi Infokom Pusat PPIJ yang wafat Rabu, 21 Mei 2025 dan Bp. Wahyudi, Staf Dinas Sosial DKI Bagian Pengurusan Barang di Pusat PPIJ yang wafat Senin, 4 Mei 2026)

بسم الله الرحمن الرحیم

 

{ كُلُّ نَفۡسࣲ ذَاۤىِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَكُمۡ یَوۡمَ ٱلۡقِیَـٰمَةِۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَۗ وَمَا ٱلۡحَیَوٰةُ ٱلدُّنۡیَاۤ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلۡغُرُورِ }

 

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. [Surat Ali ‘Imran (3): 185]

Ibnu Katsir di dalam Lubabut Tafsir menjelaskan bahwa Allah Ta’ala memberitahukan seluruh makhluknya bahwa setiap jiwa itu akan merasakan kematian. Hanya Allah yang akan terus hidup, yang tiada akan pernah mati.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di di dalam Tafsir As-Sa’di menuturkan bahwa ayat ini penjelasan tentang zuhud dari dunia karena bersifat fana dan tidak kekal, dan bahwa dunia itu adalah perhiasan yang menipu, membuat fitnah dengan keindahannya, menipu dengan kecantikan dan kemolekannya. Kemudian dunia itu akan berpindah dan ditinggalkan menuju ke negeri abadi, di mana jiwa-jiwa manusia akan diberikan balasan amal yang telah diperbuatnya di dunia ini berupa kebaikan maupun kejelekan.

Sayyid Qutb di dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an mengatakan bahwa hidup di dunia ini hanya sementara saja, terbatas oleh ajal. Semua ada batas waktunya; orang-orang salih dan durhaka akan meninggal. Yang membedakan adalah unsur lain yaitu tempat kembali yang terakhir.

Syaikh Wahbah az-Zuhaili di dalam Tafsir Al-Munir memberi penjelasan bahwa balasan amal kebaikan atau kejelekan akan diberikan secara sempurna dan utuh di akhirat mengandung isyarat, bahwa sebagian balasan tersebut ada yang memang diberikan ketika di dunia atau ketika di alam kubur. Hal ini dikuatkan dengan hadits marfu’ yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Thabrani,

Sesungguhnya kuburan tidak lain adalah, sebuah taman dari taman-taman surga atau sebuah jurang dari jurang-jurang neraka.

Fathi Yakan dalam Madza Ya’ni Intima’I lil Islam (Apa Bentuk Komitmen Saya Kepada Islam) membagi manusia kepada tiga golongan; Pertama, sebagian manusia mengabdikan hidupnya untuk kehidupan dunia. Mereka adalah kaum materialis, baik dalam keyakinan maupun kenyataannya. Termasuk di dalamnya penganut paham komunisme, sekularisme dan eksistensialisme. Al-Qur’an menyebut golongan ini dengan Ad-Dahriyyun.

 

وَقَالُوٓا۟ إِنْ هِىَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ

 

Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, dan kita sekali-sekali tidak akan dibangkitkan. [al-An’am (6) : 29]

Kedua, manusia yang hidupnya tidak jelas. Mereka memiliki keyakinan yang labil dan banyak melakukan penyimpangan, tetapi menganggap semua yang dilakukannya benar dan baik.

 

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا يَتَمَتَّعُوْنَ وَيَأْكُلُوْنَ كَمَا تَأْكُلُ الْاَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ

 

Adapun orang-orang yang kufur bersenang-senang dan makan-makan (di dunia) seperti halnya hewan-hewan. Nerakalah tempat tinggal bagi mereka. [Muhammad (47) : 12]

Ketiga, manusia yang menganggap kehidupan dunia sebagai ladang bagi kehidupan akhirat

 

وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌۗ وَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ

 

Kehidupan dunia hanyalah permainan dan kelengahan, sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti? [al-An’am (6) : 32]

 

Di antara sunnah Rasulullah saw adalah menutup kelopak mata orang yang wafat seperti yang beliau lakukan kepada banyak sahabat, termasuk kepada Abu Salamah ra.

Dari Abu Hurairah ra dan Ummu salamah, Rasulullah saw bersabda,

 

إِنَّ الرُّوْحَ إِذَا قُبِضَ تَبِعَهُ البَصَرُ

 

Sesungguhnya ruh itu bila dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya. [HR. Muslim, Ibnu Majah]

 

Rasulullah saw setelah memejamkan mata Abu Salamah ra berdo’a,

 

اللهم اغفر لأبي سلمة وارفع درجته في المهديين واخلفه في عقبه في الغابرين واغفر لنا وله يا رب العالمين وافسح له في قبره ونور له فيه

Ya Allah ampunilah Abu Salamah, angkatlah derajatnya di tengah orang-orang yang mendapatkan petunjuk dan gantilah dalam anak keturunannya yang ada setelahnya dan ampunilah kami dan dia wahai Tuhan semesta alam dan luaskanlah kuburnya. [HR. Muslim, al-Baihaqi]

 

Suatu saat Khalifah Umar bin Khattab mengutus sahabat Abdullah bin Mas’ud Ammas bin Yassar ke Kufah, Irak menjadi pejabat pemerintahan sekaligus Guru bagi para Tabi’in di sana. Di antara muridnya ; Amir al-Sya’bi, Hasan al-Bashri dan Qatadah. Dengan ketekunannya Abdullah bin Mas’ud membangun majlis-majlis Al-Qur’an dan tafsir serta ilmu hadis dan berhasil membina sekitar empat ribu Guru-guru baru.

Dulu KH. Ahmad Dahlan yang lahir pada 1 Agustus 1868 di Yogyakarta, nama asli beliau adalah Muhammad Darwis, mencita-citakan pembaruan Islam di masyarakat, terutama dalam hal cara berfikir dan beramal menurut tuntunan Islam dan kembali hidup sesuai Al-Qur’an dan hadis. Pada tahun 1912 ia mendirikan Muhammadiyah di kampung Kauman, Yogyakarta. Persyarikatan ini berdiri bertepatan pada tanggal 18 November 1912. Dan sejak awal KH. Ahmad Dahlan telah menetapkan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik tetapi bersifat sosial dan bergerak di bidang pendidikan.

Beliau mengalami resistensi, fitnah, tuduhan hendak mendirikan agama baru, kiai palsu dan sebagainya. Ternyata gerakan persyarikatan Muhammadiyah yang dibangunnya dengan penuh keikhlasan dan mujahadah sudah sangat maju saat ini.

Adapun KH. Hasyim Asy’ari sekembali dari Mekkah pada 1899, beliau mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang. Pesantren ini berkembang sangat pesat dan menjadi salah satu pusat pendidikan Islam paling berpengaruh di Indonesia. Menariknya, Kiai Hasyim juga dikenal sebagai sosok mandiri yang berwirausaha di bidang pertanian dan perdagangan kuda untuk menopang kehidupan pesantren.

Untuk merespon berbagai tantangan zaman dan menjaga paham Ahlusunah wal Jamaah, Kiai Hasyim bersama para ulama lainnya mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) pada 31 Januari 1926. Beliau ditunjuk sebagai Rais Akbar (pemimpin tertinggi) pertama dalam organisasi tersebut.

Saudaraku,

Kehidupan dunia ini bukanlah kesenangan yang abadi, semua yang dimiliki hanyalah fasilitas dan sarana hidup yang Allah titipkan kepada para hamba-Nya. Kita hanya mendapat titipan saja, hanya hak guna pakai karena hanya Allah Ta’ala yang memiliki Hak Milik.

Di hari Kiamat Allah Ta’ala akan menyempurnakan rewardnya, menjauhkannya dari neraka dan memasukkannya ke dalam Surga. Ini nilai yang menjadi titik perbedaan ketika seorang hamba mendapatkan nilai kekal dari hasil ibadah dan amal salih amal usahanya di dunia.

Sungguh merugi siapa yang tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak masuk ke dalam Surga karena akan celaka dengan kesengsaraan yang abadi dan disiksa dengan hukuman yang kekal.

Dari Anas bin Malik ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,

 

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ

 

Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya. [HR. Bukhari dan Muslim]

Memang kita tidak pernah tahu kapan dan dimana Allah Ta’ala akan mencabut nyawa dan pada saat seperti apa. Yang harus disiapkan adalah terus berusaha menjadi hamba Allah yang taat, memperbanyak amal salih amal usaha. Semoga Allah Ta’ala berkenan mengizinkan kita bersama keluarga husnul khatimah. Aamiin

Selamat jalan Ustaz Irfan dan Pak Wahyudi.

Kami menyaksikan bapak berdua adalah orang-orang baik dan sudah banyak membantu terlaksananya program-program kerja kami dan mempermudahnya semasa hidup.

Semoga Allah Ta’ala izinkan dan anugerahkan Ustaz Irfan dan Pak Wahyudi bersama keluarga berkumpul di Surga-Nya kelak. Allahumma Aamiin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 − 3 =