Home News Update Islam Indonesia ACT SIAPKAN KEMBALI DAPUR UMUM UNTUK PENGUNGSI GUNUNG AGUNG

ACT SIAPKAN KEMBALI DAPUR UMUM UNTUK PENGUNGSI GUNUNG AGUNG

0
342

JIC, Jakarta — Guncangan gempa tremor overscale terus berulang, terjadi secara terus menerus sepanjang Selasa (28/11). Kepala Bidang Mitigasi Bencana, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) I Gede Suantika mengingatkan, gempa tremor dalam kondisi overscale berarti gempa vulkanik yang terjadi sudah tak bisa lagi tercatat, karena sudah melebihi kapasitas.

Peringatan pun dikeluarkan oleh Suantika, terhitung sejak Selasa (28/11), letusan magmatik Gunung Agung bakal terjadi dalam waktu dekat. Bahkan terjadinya letusan besar hanya tinggal menunggu hari, bahkan hitungan jam ke depan.

“Sekarang sudah memasuki fase kritis Gunung Agung. Gempa tremor yang berulang mengindikasikan adanya pergerakan magma dalam jumlah besar ke permukaan. Mungkin sebentar lagi akan ada indikasi letusan besar, bisa berupa letusan efusif maupun letusan eksplosif,” kata Suantika.

Sehari setelah gempa tremor overscale yang terus berulang dari dalam dapur vulkanik, Rabu (29/11) kondisi Gunung Agung masih berada dalam status level IV (awas). Sementara radius aman berada di rentang 10 kilometer dari puncak Gunung Agung. Menyimak kondisinya, Gunung Agung masih berada dalam kondisi kritisnya.

Kusmayadi, leader Tim Emergency Response ACT mengatakan, kondisi terkini di hari Rabu, sejak pagi hujan abu pekat tak berhenti turun. “Abu vulkanik masih membubung. Hujan abu membuat posko pengungsian di Desa Rendang pekat sekali. Jarak pandang hanya 50 meter,” kata Kusmayadi.

Melaporkan langsung dari Pos Pengungsian Pertanian di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Karangasem, Kusmayadi menambahkan, lima desa dalam radius 10 kilometer sudah dikosongkan seluruhnya.

“Sampai Rabu (28/11), update jumlah total pengungsi mencapai 38.678 yang menyebar di 225 titik pengungsian,” kata Kusmayadi.

Tim ACT siapkan kembali dapur umum

Peningkatan jumlah pengungsi dari desa-desa yang berada di zona merah, tentu membuat kewalahan menyediakan pasokan logistik. Alasan inilah yang mendasari Tim Emergency Response ACT untuk memulai kembali dapur umum.

“Tim ACT dibantu dengan puluhan relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bali sudah menghidupkan kembali dapur umum di Posko Pertanian, Desa Rendang, Kecamatan Rendang. Posko ini merupakan posko terakhir yang berada di radius 12 km dari puncak kawah,” papar Kusmayadi.

Sampai dengan laporan ini diunggah, Kusmayadi menambahkan jumlah pengungsian yang menetap sementara di Posko ACT berjumlah mencapai. 1.500. “Hanya dalam sehari kemarin Selasa (28/11) terjadi peningkatan jumlah pengungsi yang signifikan, mencapai 500 pengungsi lebih hanya di posko ACT saja,” ungkapnya.

Sementara Tim Emergency ResponseACT berjibaku di dapur umum, beberapa kelompok lain masih dalam tim MRI Bali melakukan penyisiran intensif di sejumlah desa yang berada dalam zona merah. Nyoman Arif, salah satu punggawa MRI Bali mengatakan, penyisiran difokuskan pada lima desa yang berada dalam zona bahaya di antara radius 10 km.

“Penyisiran dilakukan Selasa malam tadi (28/11) di lima desa radius 10 km dari puncak kawah. Ke-5 desa tersebut dinyatakan sudah dikosongkan seluruhnya oleh warga. Semua warga sudah pindah ke pengungsian,” ujar Nyoman.

Darurat erupsi Gunung Agung masih berlangsung hingga Rabu (29/11) kemarin. Puncak tertinggi di Pulau Dewata itu justru sedang memasuki fase paling kritisnya. Mendengar langsung tingkah Gunung Agung, mungkin erupsi besar memang bakal terjadi dalam waktu dekat.

“Suara dentuman berkali-kali terdengar di malam hari. Semburan lava pijar juga terlihat kalau malam hari. Hujan abu pekat terjadi sepanjang hari karena muntahan abu vulkanik,” kisah Nyoman Arif langsung dari Desa Rendang, Karangasem, Bali.

Sumber ; gomuslim.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 + twenty =