BOLEHKAH UMAT ISLAM TIDAK MENGIKUTI MAZHAB?

Ilustrasi. Secara umum, dalam Islam, mazhab berarti pandangan ulama terkait dengan kehidupan manusia yang bersumberkan dari Al-Qur’an dan hadis. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, JIC –Selama bulan Ramadan 2021, CNNIndonesia.com menghadirkan tanya jawab seputar Islam (Tajil). Kali ini, tanya jawab seputar Islam membahas tentang mazhab.

Tanya

Apakah umat muslim boleh tidak mengikuti mazhab?

Jawab

Narasumber: Menteri Agama Indonesia 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin

Assalamualaikum Wr. Wb.

Apakah kita sebagai umat muslim boleh tidak mengikuti mazhab? Tentu kita harus memaknai arti mazhab sebelum menjawab pertanyaan ini.

Mazhab adalah tempat bepergian, tempat kita menuju. Jadi kalau kita sedang mencari sesuatu kita menjumpai mazhab, tempat kita kembali.

Namun secara umum, dalam Islam, mazhab berarti pandangan ulama terkait dengan kehidupan manusia yang bersumberkan dari Al-Qur’an dan hadis.

 

Mengapa muncul mazhab? Karena di antara ulama-ulama besar itu ketika memahami Al-Qur’an dan hadis, mereka melahirkan sejumlah pandangan yang tidak sama.

Dalam Islam, sumber ajaran agama adalah Al-Qur’an. Lalu Nabi Muhammad SAW menerjemahkan Al-Qur-an dalam ucapan, tindakan, dan ketetapannya.

Itulah yang kemudian kita kenal sebagai hadis.

Sepeninggal Rasulullah SAW, maka umat Islam dalam memahami ajaran Islam tidak cukup bersumber Al-Qur’an dan hadis saja. Mereka juga ingin mendengar pandangan para sahabat, orang-orang yang hidup semasa dengan Rasulullah SAW.

Sehingga, iman-iman mazhab itu dalam memahami ajaran Islam tidak bisa begitu saja langsung kepada Al-Qur’an, tapi juga harus melihat hadis, melihat pandangan para sahabat dst.

Maka dari pertanyaan tadi, bisakah kita umat Islam tidak mengikuti mazhab?

Pertanyaan ini kembali ke diri kita, apakah kita bisa memahami ajaran Islam langsung dari Al-Qur’an dan hadis?

Kita yang awam ini, untuk memahami teks-teks Al-Qur’an butuh terjemahan yang dikeluarkan kementerian agama atau pihak-pihak lain.

Tafsir-tafsir Al-Qur’an yang begitu banyak itu lakukan oleh para ulama. Begitu juga dalam memahami hadis.

Jadi, apakah kita bisa tanpa ulama-ulama memahami ajaran Islam langsung dari sumber Al-Qur’an dan hadis?

Jika merasa bisa, maka diperbolehkan untuk tidak mengikuti mazhab.

Namun, sebagian ulama besar mereka berpegang pada mazhab, yang kita kenal ada empat mazhab besar yakni Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hambali.

Demikianlah terkait dengan mazhab semoga membawa kemaslahatan bagi kita.

Wassalamualaikum. Wr. Wb

(agn)

Sumber : cnnindonesia.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

USTADZ-ABDUL-SOMAD-RESMI-MENIKAH-DENGAN-GADIS-JOMBANG

Read Next

ARTI NUZULUL QURAN DAN PROSES TURUNNYA ALQURAN KE MUKA BUMI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × two =