Home News Update Islam Indonesia HADAPI TANTANGAN ZAMAN, PESANTREN HARUS PUNYA JATI DIRI

HADAPI TANTANGAN ZAMAN, PESANTREN HARUS PUNYA JATI DIRI

0
330

JIC, JAKARTA –Pesantren harus bisa merespons perkembangan zaman dengan menyiapkan segala perangkat yang sesuai dengan kebutuhannya. Karena itu, sebelum pesantren merespons kondisi yang ada di luar maka pesantren harus menemukan jatidirinya terlebih dahulu.

Menurut Cendikiawan Muslim yang juga pakar pendidikan Islam Adian Husaini, ada enam hal yang menjadi jati diri pesantren. Pertama, ada keteladanan kiai, jadi bukan sekedar ada kiai di dalam pesantren tetapi harus ada keteladanan kiai.

Kedua, ada aktivitas mendalami ilmu agama (tafaqquh fiddin). Ketiga, ada penanaman adab dan akhlak. Keempat, ada penanaman semangat dakwah. Kelima, siap merespon tantangan zaman. Dan keenam, menyiapkan kemandirian santri. “Jadi pesantren harus bisa menyiapkan sikap, mental dan skill kemandirian para santri,” kata Adian, Senin (4/12).

Dikatakan Adian, memang betul pesantren harus bisa merespons zaman. Contohnya, kata dia, dulu pesantren yang ada di Indonesia, siap menghadapi penjajah dan berbagai pemikiran. Dengan kata lain pesantren siap menghadapi tentangan zaman.

Selain itu, santri juga tidak sekedar dididik untuk dirinya sendiri di pesantren. Sebab, para santri harus siap terjun ke masyarakat untuk melakukan dakwah di tengah masyarakat, serta untuk memperbaiki keadaan masyarakat.

“Itulah sebetulnya makna pesantren. Jadi, kalau diimbau supaya pesantren harus merespons tantangan zaman dengan tepat, itu memang sangat betul,” ujarnya.

Kata dia, para santri di pesantren harus diajarkan dan dipahamkan tantangan pemikiran kontemporer. Seperti tentang pemikiran pluralisme, sekulerisme, liberalisme, dan ekstremisme. Sebab, sekarang para santri di dalam pesantren pun telah berinteraksi dengan tantangan pemikiran kontemporer tersebut. Salah satunya karena internet sudah masuk pesantren.

Tentunya, kata Adian, cara menyajikan tantangan kontemporer perlu disampaikan dengan bijak dan tepat kepada para santri. “Santri juga harus diberi tahu tentang tantangan dalam dunia kebudayaan, politik, ekonomi, situasi global. Mereka (santri) bukan disterilkan dari itu,” ucapnya.

Sumber ; republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

12 − 8 =