Home News Update Islam Indonesia IBF SUDAH MENJADI MILIK UMAT

IBF SUDAH MENJADI MILIK UMAT

0
372

JIC, JAKARTA — Islamic Book Fair (IBF) ke 16 tahun ini fokus kepada tema pembangunan kualitas manusia untuk peradaban. Kualitas manusia yang baik diyakini akan membawa Indonesia menuju peradaban unggul.

Ketua IKAPI DKI Jakarta Hikmat Kurnia  mengatakan saat ini, pondasi umat terguncang. Umat Islam bak bangunan yang ornamen dan dekorasi bagus tapi pondasinya rapuh. Menurut dia, IBF sebagai salah satu bagian dari membentuk umat yang berkualitas.

Manusia adalah pelaku peradaban. Tanpa manusia unggul, tidak ada peradaban unggul. Maju mundur peradaban, tergantung manusianya.

Sejarah peradaban juga tergantung kualitas manusianya. Manusia berkualitas unggul dibangun di atas budaya baca, literasi, dan menulis.

“Maka mengembalikan peradaban Islam harus diawali dari manusia melek literasi. Karena itu IBF 2017 digelar. IBF jadi destinasi yang kami harap mencerahkan,” ujar Hikmat mengawali pembukaan IBF di Hall B JCC, Rabu (3/5).

Di era digital ini, informasi berselebaran baik yang berkualitas maupun hanya sampah. Umat Islam pernah kalah dan lelah, tapi tidak boleh menyerah. Hikmat menyampaikan terima kasih kepada ulama yang hadir dan menyemangati IBF dan sponsor yang tetap setia mendukung IBF.

“Dengan dukungan media dan banyak pihak, IBF sebenarnya sudah jadi milik umat, bukan lagi milik IKAPI DKI Jakarta,” kata Hikmat.

Ketua IBF 2017 M Anis Baswedan menjelaskan, IBF 2017 yang digelar pada 3-7 Mei 2017 di Balai Sidang Jakarta (JCC) kali ini mengusung tema membangun peradaban melalui literasi Islam. Penyelenggara sadar, IBF merupakan bagian ikhtiar membangun peradaban bangsa.

Selain Islamic Book Award yang di dalamnya terdapat anugrah tokoh perbukuan Islam, penyelenggara IBF juga menggelar aneka lomba untuk menarik minat anak-anak antara lain lomba robotik untuk SD dan SM dan lomba membacakan sirah Nabi SAW. Kids Zone juga Kampung Edukasi yang dilengkapi fasilitas seperti Pojok Literasi Anak IKAPI DKI Jakarta, dan bioskop sekolah. Ia mengapresiasi semua pihak yang sudah membantu.

KH Didin Hafudhuddin melihat gelaran Islamic Book Fair (IBF) 2017 makin bagus. Ia berharap IBF jadi perayaan bersama umat Islam dalam keilmuan.

Ditemui usai pembukaan IBF 2017 di JCC, KH Didin Hafidhuddin mengatakan, IBF kali ini makin positif dan berkembang baik dari sisi lokasi penyelenggaraan, keterlibatan penerbit, juga buku baru yang diluncurkan. Buku menurut dia berkaitan dengan ilmu dan peradaban. Peradaban tanpa ilmu adalah hal mustahil.

“Semoga IBF ini jadi perayan bersama kamu Muslim,” kata Kiai Didin, Rabu (3/5).

Dengan dibuka oleh Ketua MUI, IBF menunjukkan ada keterkaitan antara ulama, penerbit, dan para intelektual. “Kalau ketiga hal itu dikuasai, akan luar biasa dampaknya bagi kemajuan umat. Saya apresiasi IKAPI DKI Jakarta atas penyelenggaraan tahunan IBF,” kata mantan Ketua BAZNAS itu.

IBF sendiri telah digelar sejak 2001 oleh IKAPI DKI Jakarta. Buku-buku yang dihadirkan di IBF sangat variatif, mulai dari buku bacaan anak-anak, buku referensi, novel, hingga Alquran.

Sumber ; republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 2 =