
Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban Din Syamsuddin (tengah) bersama Ketua Umum Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia (PSBI) Effendy Simbolon (ketiga kanan) dan Pimpinan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ephorus Darwin Lumban Tobing (kanan) melakukan pertemuan tokoh agama di komplek HKBP Pearaja Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Selasa (5/12/2017). Kunjungan itu dalam rangka bersilahturahmi antara pimpinan umat Kristen Batak Protestan yang bertujuan untuk menguatkan kerukunan antara umat beragama. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Pada Selasa di Amman, pemenang lomba dari Indonesia, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) yang mengajukan program dengan tema “Rukun dan Bersatu: Kita Satu”, menerima penghargaan itu dari Raja Yordania Abdullah II bin al Hussein.
Tahun ini, para juri WIHW menyeleksi 1.232 usulan program dari berbagai negara. Lembaga asal Australia, Interfaith Center of Melbourne, menjadi juara pertama dalam ajang itu, sementara Interfaith Glasgow dari Inggris menduduki posisi ketiga.
Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania dan Negara Palestina Andy Rachmianto, yang menghadiri upacara pemberian penghargaan tersebut, menyatakan peran Indonesia dalam membina kerukunan antar umat beragama saat ini sudah menjadi sorotan dunia dan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dunia atas capaian Indonesia.
“Indonesia dan Yordania dapat menjadi model penerapan pluralisme dan toleransi agama bagi banyak negara,” kata Andy.
Ia juga mengimbau para pemuka agama dan masyarakat di Indonesia terus mempertahankan kerukunan yang telah terjaga dengan baik serta untuk menurunkannya kepada generasi muda dan menularkan kepada masyarakat di belahan dunia lain melalui perilaku bermasyarakat yang berdasarkan Pancasila.












