JAKARTA ISLAMIC CENTRE, KEMEGAHAN ARSITEKTUR YANG TAK AKAN LUNTUR

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre

JIC – Tak harus ke luar pulau atau ke luar negeri untuk memanjakan diri dan mata dengan mengunjungi destinasi wisata. Di Jakarta ada banyak sekali destinasi yang bisa Teman Brisik kunjungi di akhir pekan. Kamu bisa menghabiskan waktu ke mall, kebun binatang, wisata pantai, wisata kuliner dan juga wisata religi.

Berbicara mengenai wisata religi, Jakarta juga punya salah satu destinasi wisata religi yang tak kalah menarik. Di utara Ibu Kota, tepatnya di wilayah Koja, Jakarta Utara berdiri bangunan megah dan menakjubkan arsitekturnya yang bisa dijadikan salah satu list wajib wisata religi untuk dikunjungi, bernama Jakarta Islamic Centre atau sering disingkat dengan JIC. Jakarta Islamic Centre memiliki luas lahan sebesar 11 hektare dan memiliki empat gedung yang dijadikan sebagai sarana pendidikan, bisnis, dan pelatihan agama Islam di Jakarta.

Sejarah Kelam yang Berganti Menjadi Peradaban Islam

Berdiri di kawasan yang sangat luas, lahan yang dulunya bernama Kramat Tunggak ini adalah bekas kawasan hitam tempat lokalisasi terbesar di Indonesia bahkan terkenal se-antero Asia Tenggara. Seiring makin membesarnya lokalisasi Kramat Tunggak membuat ulama dan masyarakat mendesak penutupan tempat maksiat tersebut.

Akhirnya setelah SK Gubernur terkait penutupan wilayah ini dikeluarkan, banyak gagasan agar bekas wilayah lokalisasi ini digunakan untuk pembangunan pusat perdagangan, perkantoran, mall dan lain sebagainya. Namun, berkat gebrakan ide yang luar biasa dari Gubernur Sutiyoso bersama Pemprov DKI Jakarta, wilayah lokalisasi ini berhasil disulap menjadi pusat pendidikan, bisnis, budaya, dan ibadah terbesar di Jakarta.

Tampak Depan Masjid Raya Jakarta Islamic Centre. Foto: brisik.id/Dika Novia Ningrum

Dibangun dengan mengarah pada filosofi Nabi Muhammad SAW dalam membangun masyarakat dari yang awalnya tidak memiliki adab menjadi masyarakat yang beradab melalui gerakan spiritual, gerakan sosial budaya & pendidikan, serta gerakan ekonomi. Beriringan dengan hal tersebut, Jakarta Islamic Centre juga memiliki tujuan mulia untuk membangun peradaban di Jakarta, Indonesia, dan mendunia.

Kemegahan dan Keindahan Bangunan di Jakarta Islamic Centre

Pada awal 2001 pembangunan kawasan Masjid Jakarta Islamic Centre dimulai dan telah dikonsep secara matang baik dari sisi pembangunan, aspek hukum yang kuat, pembentukan kelembagaan hingga SDM yang telah disiapkan dengan baik. Pembangunan pun selesai pada 2003 dan diresmikan langsung oleh Sutiyoso pada 4 Maret 2003 sertai ditandai dengan shalat Jumat perdana.

Untuk mewujudkan pembangunan peradaban, selain membangun masjid yang menjadi pusat kajian agama Islam, Jakarta Islamic Centre juga dilengkapi dengan pembangunan sarana pendidikan, bisnis, hingga wisma.

Sisi Samping Masjid Raya Jakarta Islamic Centre. Foto: brisik.id/Dika Novia Ningrum

Pembangunan wisma di Jakarta Islamic Centre ini dimulai pada tahun 2007, dengan lahan wisma seluas 21.452 meter persegi. Wisma di Jakarta Islamic Centre dibagi menjadi 3 gedung, yaitu gedung bisnis center dengan luas 5.653 meter persegi, convention hall atau balai pertemuan seluas 4.582 meter persegi, dan hotel 11.217 meter persegi. Tak hanya itu, di Jakarta Islamic Centre juga dibangun gedung pendidikan dan pelatihan yang selesai pada tahun 2014 lalu.

Ketika berkunjung ke sini, kamu sudah pasti akan dibuat takjub oleh keindahan interior maupun eksterior yang menghiasi setiap bangunan. Bangunan dengan campuran gaya Turki dan Timur Tengah ini merupakan perwujudan dari asma Allah (Asmaul Husna) yakni Al Jabbar yang memiliki arti keperkasaan, Al Mutakabbir yang berarti kemegahan, serta Al Latif yang artinya keindahan dan kelembutan.

Di bagian depan masjid yang bertuliskan “Masjid Raya Jakarta Islamic Centre” ini juga terdapat area favorit pengunjung dan jamaah untuk berswafoto. Didukung dengan lahan yang luas, pepohonan serta gemercik air mancur di kolam membuat bagian depan masjid ini menjadi tempat ikonik, menyejukkan mata, dan sangat instagramable.

Selain area pelataran depan Masjid Jakarta Islamic Centre, kamu juga bisa nih mengunjungi area halaman belakang masjid yang amat sangat luas dan bisa menampung banyak jamaah untuk shalat Ied. Di area halaman belakang masjid ini jika sore hari sangat tenang dan sejuk pelatarannya.

Mimbar Masjid Raya Jakarta Islamic Centre. Foto: brisik.id/Dika Novia Ningrum

Interior dan Eksterior Masjid Jakarta Islamic Centre

Ketika memasuki bagian dalam masjid, kamu akan menemukan banyak ornamen bingkai persegi delapan yang modifikasinya mendominasi seluruh area dalam masjid. Ornamen-ornamen yang terpampang di sini ternyata memiliki maknanya tersendiri lho. Seperti bentuk geometris pada bingkai pintu dan jendela yang merupakan salah satu pola Islami (Islamic pattern). Selain pada pintu dan jendela, pola Islami ini juga terlihat pada bagian depan masjid dan juga mimbar dakwah serta dinding mihrab.

Ruang Ibadah Utama Masjid Raya Jakarta Islamic Centre. Foto: brisik.id/Dika Novia Ningrum

Untuk kaligrafi ayat Al-quran dibuat dengan memakai khas gaya kufik. Tak hanya itu, terdapat juga ornamen mukarnas yang berfungsi untuk menambahkan kesan estetik dan melembutkan pertemuan sudut atas masjid. Pada bagian depan tempat shalat, berjejer barisan tempat Al-quran berbahan kayu. Sementara itu, pada bagian sisi depan masjid sudut sebelah kanan dan kiri juga terpampang Al-quran besar yang tersimpan rapi di etalase kaca.

Foto: brisik.id/Dika Novia Ningrum

Tepat di tepi sudut sebelah kanan mimbar masjid ini juga terdapat bedug besar. Bedug dengan panjang 3 meter dan memiliki diameter 2,10 meter ini didatangkan langsung dari Jepara, Jawa Tengah. Bedug yang terpampang di sudut mimbar Masjid Jakarta Islamic Centre memiliki 3 komponen utama yaitu bedug, rumah bedug dan pemukul bedug yang kesemuanya terbuat dari kayu jati dan nangka.

Foto: brisik.id/Dika Novia Ningrum

Satu hal yang tak kalah mengagumkannya yaitu bentuk kubah yang amat megah. Kubah di Masjid Jakarta Islamic Centre ini dibuat sedemikian apik untuk memberikan efek psikologis yaitu kedamaian dan konsentrasi ketika beribadah. Bentuk apik dari kubah bagian dalam Masjid Jakarta Islamic Centre dengan garis lengkung ini merupakan perwujudan ibadah kepada Yang Maha Satu, yaitu Allah SWT.

Foto: brisik.id/Dika Novia Ningrum

Selain itu, pada bagian atas kubah masjid juga terdapat ornamen makara. Makara adalah ornamen yang terbuat dari tembaga berbentuk 5 piringan dan merupakan simbol dari 5 rukun Islam. Di atas makara tersebut juga terdapat ornamen bulan dan bintang sebagai simbol benda angkasa ciptaan Allah SWT.

Foto: brisik.id/Dika Novia Ningrum

Kawasan Masjid Jakarta Islamic Centre sangatlah luas, baik itu di bagian dalam masjid maupun luar masjid. Bahkan, kabarnya Masjid Jakarta Islamic Centre ini mulai dari ruang ibadah utama, selasar dan koridor serta halaman masjid bisa menampung sebanyak 20.000 orang jamaah. Jika datang ke sini di saat jamaah sedang banyak pun tak perlu khawatir tidak kebagian tempat wudhu ataupun toilet, karena di setiap sisi masjid tersedia toilet dan tempat wudhu yang juga luas.

Lokasi Jakarta Islamic Centre

Berlokasi di Jl. Kramat Jaya Raya, RW.1, Koja, Jakarta Utara, kamu tak akan sulit menemukan Jakarta Islamic Centre ini. Jakarta Islamic Centre dibuka setiap harinya untuk umum dan jamaah yang akan beribadah. Kamu bisa datang ke lokasi ini dengan menggunakan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi.

Foto: brisik.id/Dika Novia Ningrum

Jika menggunakan kendaraan umum seperti TransJakarta, kamu bisa turun di halte busway Permai Koja. Kemudian di Plaza Koja, yakni Jl. Laksamana Yos Sudarso bisa melanjutkan perjalanan dengan menaiki angkot atau KWK U 07 Tanjung Priok – IGI. Nanti minta turun tepat di depan gerbang Jakarta Islamic Centre.

Namun, bila menggunakan kendaraan pribadi dari arah Bekasi, bisa menuju ke Jakarta Islamic Centre melalui Jl. Tipar Cakung ataupun Jl. Pegangsaan Dua dengan patokan simpang lima Semper. Setelah berada di simpang lima Semper atau di bundaran Semper, arahkan kendaraan dengan berbelok kiri ke Jl. Kramat Jaya Raya sejauh 1,0 km lalu putar balik di Jl. Lingkar Jakarta Islamic Centre. Setelah 210 m, tujuan ada di sebelah kiri.

Untuk masuk ke Jakarta Islamic Centre ini tidak dikenakan HTM atau tiket masuk, namun hanya dikenakan biaya retribusi parkir saja sejumlah Rp3.000 dan wilayah parkir di dalam kawasan ini pun sangat luas.

Tak sulit menemukan penginapan di sekitar Jakarta Islamic Centre ini, kamu bisa datang ke RedDoorz near RSUD Koja yang berjarak hanya 990 meter saja dari lokasi. Harga penginapan yang ditawarkan per malam cukup terjangkau yakni mulai dari Rp120.000.

Menakjubkan sekali ya, Teman Brisik. Wilayah yang dahulunya merupakan kawasan lokalisasi terbesar di Indonesia ini mampu berevolusi menjadi sebuah lembaga pengkajian, pengembangan Islam dan membangun masyarakat Jakarta yang lebih beradab.

Sumber : brisik.id

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

SEDEKAH SETIAP HARI

Read Next

UCAPAN SELAMAT NATAL, ULAMA DAHULU DAN SEKARANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × four =