JAMAAH HAJI PRIORITAS VAKSIN

Sejumlah calon jamaah umrah yang batal berangkat ke Jeddah lewat Singapura tiba di Bandara International Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/2/2020). Masih belum ada kepastian dari Saudi soal pelaksanaan haji 2021. | ANTARA FOTO

JIC – Kerajaan Arab Saudi mengisyaratkan bahwa jamaah haji tahun ini harus menjalani vaksinasi Covid-19 terlebih dulu. Terkait hal itu, vaksinasi terhadap jamaah dari Indonesia harus disiapkan.

Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji Kementerian Kesehatan, dr Eka Jusup Singka, menyebut hingga saat ini 173 ribu calon jamaah haji telah masuk daftar prioritas vaksinasi Covid-19. “Sebanyak 158.871 jamaah haji reguler, 14.289 jamaah haji khusus. Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang ada NIK juga sudah masuk datanya ke kami,” ujarnya saat dihubungi Republika, Kamis (4/3).

Ia lantas menyebut ratusan ribu calon jamaah ini nantinya divaksinasi sesuai dengan skema Nasional. Untuk saat ini, pemerintah tengah memprioritaskan kelompok lanjut usia (lansia). Jika vaksinasi terhadap kelompok lansia ini selesai, selanjutnya akan beralih ke kelompok rentan. Jamaah haji dari Indonesia sebagian besar masuk dalam kelompok lansia dan rentan.

Menurut dr Eka, hal ini seturut keputusan Kementerian Kesehatan yang telah menetapkan protokol pencegahan Covid-19 bagi para jamaah haji. “Protokol kesehatan harus dipatuhi sebagai upaya pencegahan. Begitu pula vaksinasi juga merupakan upaya pencegahan terhadap Covid-19,” ujar dr Eka.

Awamnya, sebagian besar jamaah haji Indonesia merupakan kelompok lanjut usia. Selain itu, jamaah di bawah 60 tahun juga ada yang masuk dari kelompok rentan. Selain itu, para petugas haji juga bisa dikategorikan petugas publik atau petugas kesehatan. “Jadi dengan skema Nasional tidak ada yang mesti di khawatirkan. Terlepas Jemaah jadi berangkat atau tidak,” ujarnya, kemarin.

“Vaksin adalah salah satu upaya preventif terhadap penyakit infeksi menular. Saat ini, Indonesia sedang berupaya keras melindungi rakyatnya dari proses transmisi penyakit Covid-19 melalui vaksinasi,” kata dr Eka melanjutkan.

Ia juga menyebut saat ini hampir semua negara menganjurkan rakyatnya untuk melakukan vaksinasi. Adalah hal yang wajar jika Saudi meminta seluruh negara yang akan mengirimkan jamaahnya berhaji untuk divaksinasi.

Kewajiban vaksinasi Covid-19 ini disebut sama dengan vaksinasi meningitis. Vaksin tersebut wajib diberikan kepada jamaah yang akan berangkat ke Saudi, baik untuk menjalankan ibadah haji maupun umrah. “Kemenkes menyiapkan vaksinasi Covid-19 secara umum bagi WNI termasuk CJH (calon jamaah haji),” kata dr Eka.

Menteri Kesehatan Arab Saudi sebelumnya dilaporkan mempertimbangkan untuk mewajibkan vaksinasi bagi semua jamaah yang akan melakukan haji pada tahun ini. “Vaksinasi akan menjadi syarat utama untuk berpartisipasi (ibadah haji),” kata Menteri Kesehatan Arab Saudi Tawfiq al-Rabiah, seperti dilaporkan surat kabar Saudi, Okaz, Selasa (2/3).

Dalam memo internal yang dilihat oleh Okaz, Tawfiq al-Rabiah mengatakan, vaksinasi perlu diterapkan kepada semua yang mengambil bagian dalam pelaksanaan haji. Ia juga mengarahkan staf untuk membentuk komite vaksinasi korona bagi jamaah haji sebelum musim haji pada Juli mendatang.

Sebelum pandemi Covid-19, Saudi mampu menerima hingga 2 juta jamaah haji. Musim haji tahun lalu, jumlah jamaah turun drastis karena Saudi hanya mengizinkan 10 ribu jamaah. Tahun ini belum ada pemberitahuan berapa banyak jamaah yang akan diizinkan berhaji. Sementara itu, sejak umrah kembali diizinkan pada Oktober 2020, sebanyak 5 juta jamaah telah diterima Saudi.

Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Endang Jumali, menyebut hingga saat ini masih belum ada negara yang melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan penyedia layanan di Saudi untuk pelaksanaan haji. “Sampai saat ini komunikasi tetap jalan. Namun belum ada kepastian,” katanya saat dihubungi Republika, Kamis (4/3).

Untuk diketahui, tahun 2020 lalu Indonesia sudah sempat melakukan survei terhadap beberapa penyedia layanan di Saudi. Namun, seiring perkembangan Covid-19 di dunia dan imbauan Saudi untuk menunda penandatanganan kontrak, maka Indonesia belum memberikan keputusan lebih lanjut.

Terkait kewajiban vaksinasi bagi jamaah haji, Endang menyebut masih belum menerima keterangan resmi atas hal tersebut. Saudi sebelumnya mengeluarkan pernyataan akan mempertimbangkan mewajibkan vaksinasi bagi jamaah. “Kami belum menerima informasi terkait hal tersebut. Kementerian Kesehatan Saudi hari ini baru merilis kalau vaksin tersedia di apotek,” ujarnya.

Perihal dibukanya kembali pintu masuk bagi jamaah umrah dari Indonesia, ia juga menyebut masih belum ada informasi. Ia menegaskan hingga saat ini umrah masih berjalan normal dan dilakukan oleh negara-negara yang tidak masuk daftar hitam.

Sumber : republika.co.id

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

KEMENAG GELAR SELEKSI CALON IMAM LUAR NEGERI

Read Next

72 TEMPAT USAHA WISATA DI JAKARTA LANGGAR PPKM MIKRO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve + 5 =