Home News Update Islam Indonesia JK SEBUT DUNIA ISLAM HADAPI EMPAT TANTANGAN UTAMA

JK SEBUT DUNIA ISLAM HADAPI EMPAT TANTANGAN UTAMA

0
358
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Wapres Jusuf Kalla (kanan) memimpin sidang kabinet paripurna perdana dari Kabinet Kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/10). Joko Widodo meminta para menteri tidak boleh ragu dalam menghadapi berbagai kendala termasuk masalah penataan organisasi, sementara bagi menteri yang kementeriannya tak mengalami perubahan, maka harus langsung bekerja. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/Rei/ama/14.

Banyak konflik di negara Islam yang menyebabkan kemunduran.

JIC, JAKARTA — Wakil Presiden M Jusuf Kalla (JK) mengatakan dunia Islam memiliki empat tantangan utama yang kini sedang dihadapi.

“Tantangan pertama banyak konflik di negara Islam yang menyebabkan kemunduran, korban dan banyak yang mengungsi. Dulu Rasulullah hijrah ke Madinah untuk kehidupan yang lebih baik, saat ini hijrah ke Eropa karena ketakutan,” katanya di hadapan delegasi Afro-Asian University Forum di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (24/7).

JK mengharapkan para rektor dari berbagai negara di Afro-Asian University Forum, turut mengajarkan Islam wasatiyah (moderat) yang mengajarkan penghormatan dan toleransi. “Kedua tantangan ekonomi, negara Islam kaya sumber daya alam, namun akibat perpecahan dan kurangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, maka ekonomi banyak ketinggalan dibanding daerah lainnya, sehingga banyak masyarakat Islam ke daerah lain yang lebih maju,” ujarnya.

Ketiga, tantangan Iptek. Negara-negara Muslim saat ini, jauh ketinggalan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dibanding negara-negara non-Muslim. Padahal, beberapa ratus tahun sebelumnya, umat Islam memiliki kebanggaan atas kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Untuk itulah, JK mengharapkan pertemuan dari berbagai universitas negara-negara di Asia dan Afrika tersebut dapat menjadi pemacu untuk saling bertukar pengalaman dan bekerja sama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemajuan bangsanya. Konferensi internasional Afro-Asian University Forum digelar di Universitas Darussalam di Gontor pada 22-23 Juli 2018.

Dalam kesempatan tersebut dihadiri oleh sejumlah perwakilan universitas dari berbagai negara. Konferensi tersebut bertujuan membangun peradaban.

sumber : republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nine − 4 =