JIC, ANDOOLO — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sultra) menggelar sosialisasi dan dialog bersama tokoh agama danĀ masyarakat se Kabupaten Konsel. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Minhajut Thullab, Andoolo Utama. Senin (10/10).
Ketua FKUB Konsel, K Moh Wildan Habibi AR mengatakan, tujuan dilaksanakannya dialog ini dalam rangka meneruskan cita-cita dan tradisi FKUB yang mulai berdiri pada 2016. Meski demikian, Konsel sampai sekarang tetap konsen terhadap kerukunan umat beragama.
“Melalui dialog dengan tokoh-tokoh umat beragama dan tokoh masyarakat diharapkan terwujud komunitas social yang religious dan berkeadaban untuk membangun kehidupan yang damai di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Pimpinan Ponpes Minhajut Thullab ini pun melaporkan bahwa dialog FKUB dengan tokoh agama serta tokoh masyarakat dihadiri sebanyak 95 orang dari berbagai unsur agama serta organisasi keagamaan se Kabupaten Konsel.
Wakil Bupati Konsel Arsalim mengatakan, Indonesia merupakan negara yang majemuk. Dan khusus di Konsel, katad dia, merupakan miniature Indonesia mengingat banyaknya suku dan agama yang mendiami wilayah tersebut.
Selama ini, menurutnya, di Kabupaten Konsel tidak ada konflik utamanya agama dan SARA, dan sudah seharusnya Konsel menjadi kawasan percontohan kerukunan. “Karena pemerintah daerah dan FKUB bersinergi dalam peningkatan kerukunan umat,” ucap Arsalim.
Menanggapi hal tersebut, Kakanwil Kemenag Sultra, H. Mohamad Ali Irfan mengharapkan, kepada seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat Konsel untuk lebih memaknai hidup dan inti sari agama. Ini karena, hal tersebut menjadi modal menghilangkan perbedaan yang ada ditengah-tangah masyarakat.
“Kita Inginkan Konawe Selatan sebagai Pilot Project konsep kerukunan kawasan kebangsaan, dimana didalamnya terdapat kompleks sarana ibadah dalam satu kawasan,” ujar Irfan.
Nantinya, sambung Irfa, dalam kawasan kebangsaan tersebut skill mengenai wawasan dibuat dengan system boarding school. Agamanya diperkuat, serta pembinaan terpadu ekonomi kemasyarakatan dengan memanfaatkan kondisi alam sekitar.












