Home News Update “KAMI HARAP KAMI MATI”- KISAH PASUTRI YANG SELAMAT DARI BOM BUNUH DIRI...

“KAMI HARAP KAMI MATI”- KISAH PASUTRI YANG SELAMAT DARI BOM BUNUH DIRI ISIS PADA HARI PERNIKAHAN

0
281

REUTERS
Image captionMirwais Elmi baru akan menandatangani surat nikah ketika ledakan terjadi

JIC

Ketika asap ledakan mulai memudar, penampakan tragedi baru terlihat jelas.

Kerusakan, keperihan, dan pekikan menyayat hati memenuhi aula pernikahan di Kabul, yang menjadi target bom bunuh diri oleh kelompok militan Negara Islam atau ISIS.

Calon mempelai perempuan dan laki-laki selamat dari serangan yang menewaskan 80 orang itu.

Namun kebencian kerabat dari korban yang meninggal menjadi siksaan yang harus mereka hadapi setiap hari.

Perayaan

Pada Sabtu (17/08), Mirwais Elmi didorong masuk ke dalam sebuah ruangan kecil yang penuh dengan keluarga dan teman-teman dekatnya. Semuanya laki-laki.

Beberapa orang langsung tewas setelah ledakan terjadi.Hak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionBeberapa orang langsung tewas setelah ledakan terjadi.

Elmi, 26 tahun, adalah pria yang penuh dengan mimpi dan harapan. Dia berdoa untuk awal hidupnya yang baru pada hari pernikahannya, yang digelar di negara yang selama empat dekade terakhir dilanda perang.

Ratusan tamu menunggu dengan sabar sampai upacara pernikahan selesai di aula pernikahan yang luas, untuk kemudian dilanjutkan perayaan makan malam.

Tetapi mereka tidak pernah merasakan pesta itu.

Ledakan

Pengantin perempuan, Rehana yang berusia 18 tahun, sedang mencoba beberapa hidangan khusus dengan saudara perempuan dan ibu Elmi di ruangan lain.

Ledakan terjadi tepat sebelum penandatanganan surat nikah.Hak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionLedakan terjadi tepat sebelum penandatanganan surat nikah.

Atas panggilan Molvi, seorang ulama Muslim, Elmi berjalan ke depan dengan penuh harapan untuk menandatangani akta pernikahan yang dikenal sebagai “Nikah nama”. Tapi suara gemuruh mengguncang gedung dan menghentikan proses.

Seorang pembom bunuh diri telah meledakkan sebuah bom di dalam aula pernikahan – tepat di tengah bagian tempat para tamu pria duduk. Ledakan itu merobek panel langit-langit dan merusak kaca aula pernikahan Kota Dubai.

Suara keras bergema berkilometer-kilometer jauhnya. Setelah asap mereda, skala tragedi menjadi terlihat jelas.

Teman-teman dan kerabat yang disambut Elmi dengan senyum berseri-seri beberapa jam sebelumnya, kini menjadi tulang hangus dan potongan daging.

Menghitung orang mati

Gelombang kejut dari ledakan kuat itu membuat Elmi tidak sadarkan diri. Sementara pengantin perempuan dan kerabat lainnya sangat terkejut.

Mirwais Elmi cries covering his faceHak atas fotoREUTERS
Image captionMirwais Elmi secara pribadi banyak mengenal korban yang meninggal dalam serangan itu.

Ketika Elmi tersadar beberapa jam kemudian, dia sudah berada di rumahnya. Dalam beberapa menit dia menyadari teman-temannya dan kerabatnya sedang sibuk menghitung orang yang meninggal.

“Orang-orang datang dan bilang kepada saya seorang sepupu meninggal, seorang teman meninggal. Teman-teman menyebut tentang teman lainnya yang terbunuh. Kakak saya kehilangan tujuh temannya,” ujar Mirwais sambil mengingat kejadian pada saat itu.

Kerabat yang meninggal

Elmi mengatakan kepada BBC tentang bagaimana hidupnya kini terbalik setelah insiden itu.

Beberapa orang yang meninggal tidak bisa langsung diidentifikasi.Hak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionBeberapa orang yang meninggal tidak bisa langsung diidentifikasi.

“Saya kehilangan sepupu dan istri saya kehilangan adik laki-lakinya. Kepalanya hancur oleh ledakan itu. Kami hanya bisa mengubur tubuhnya yang tanpa kepala. ”

Hanya sehari setelah ledakan ayah mertuanya mengatakan kepada media Afghanistan bahwa 14 anggota keluarganya telah tewas dalam serangan itu.

“Saya punya banyak mimpi, harapan dan ekspektasi. Tidak ada yang terpenuhi. Saya dalam keadaan terluka dan sedih,” kata Elmi.

Serangan bunuh diri

Kelompok Negara Islam (ISIS) mengatakan mereka bertanggung jawab atas serangan bom itu.

A view of the damaged wedding hall after the suicide bomb blastHak atas fotoGETTY IMAGES

Kengerian ledakan itu luar biasa, bahkan oleh standar Afghanistan yang dilanda perang. Serangan bom ini menyebabkan penundaan perayaan untuk menandai peringatan seratus tahun berakhirnya campur tangan Inggris dalam urusan luar negeri negara itu.

Dia dan istrinya selamat tanpa terluka.

Elmi meminta bantuan ulama lain untuk menyelesaikan pernikahannya, yang tiba-tiba terhenti karena ledakan itu. Pernikahan itu terjadi tanpa gembar-gembor lima hari setelah ledakan.

‘Seperti terbunuh setiap hari’

Kini, hampir sebulan kemudian, luka-lukanya masih segar

Kelompok ISISI mengklaim bertanggungjawab atas serangan bom itu.Hak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionKelompok ISISI mengklaim bertanggungjawab atas serangan bom itu.

“Saya, ayah saya dan saudara laki-laki saya bergantian berjaga di malam hari di rumah kami. Kami merasa kami bisa saja diserang oleh siapa pun.”

Orang-orang yang dikenalnya sebagai teman dan tetangga tak henti-hentinya mengkritik.

“Setiap kali kita pergi, orang-orang menuduh dan melecehkan kita. Itu seperti dibunuh setiap hari. Itu tidak tertahankan,” kata Elmi.

Dia bahkan menjadi sasaran ledakan kemarahan ketika dia pergi untuk doa belasungkawa.

“Satu orang bahkan mengatakan kepadaku, ‘Kami kehilangan putra kami dalam ledakan itu. Kenapa kalian berdua masih hidup?'”

 

sumber : bbcindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one + thirteen =