Home News Update KAMUS ISTILAH PEMILU: DARI MANA ASALNYA CEBONG DAN KAMPRET

KAMUS ISTILAH PEMILU: DARI MANA ASALNYA CEBONG DAN KAMPRET

0
463

Joko Widodo dan Prabowo Subianto sebelum mengikuti debat calon presiden.

JIC, JAKARTA–Berbagai istilah ramai menghiasi media sosial, dari cebong dan kampret’, hingga kaum bumi datar. Apa artinya? Jangan sampai salah menebak.

Menjelang pemilu, istilah-istilah ini pasti akan kerap menghiasi grup WhatsApp Anda.

Media sosial pun riuh dengan berbagai kata yang punya arti baru ketika dipakai dalam konteks pemilu. Agar tak bingung dan salah paham, kami telah menyusun panduannya untuk Anda.

Apa arti istilah ini dan bagiamana awal kemunculannya? Simak di kamus di bawah ini.

Kamus istilah Pemilu Indonesia 2019

Menjelang pemilu, istilah-istilah ini pasti akan kerap menghiasi grup WhatsApp Anda. Medua sosial pun riuh dengan berbagai kata yang punya arti baru ketika dipakai dalam konteks pemilu. Agar tak bingung dan salah paham, kami telah menyusun panduannya untuk Anda.

Kaum Bumi Datar

/datar/da.tar/ adjektiva

Anda masih ingat dengan teori Bumi datar yang dipercaya beberapa orang? Walau namanya diambil dari situ, sebutan Kaum Bumi Datar bukan diperuntukan untuk anggota komunitas Flat Earth Society yang tersebar di berbagai negara di dunia.

Dalam konteks pemilu, frasa ini lebih banyak digunakan netizen untuk merujuk pada kalangan fanatik agama yang dianggap ‘bersumbu pendek’ alias mudah marah dan mudah dimanfaatkan oleh kepentingan politik tertentu (tetapi kalau dikritik atau diberi masukan akan lebih marah-marah lagi).

Kaum sumbu pendek

Pentol / pen-tol / nomina (n)

Menurut KBBI, pentol berarti “sesuatu (bentuk) yang menonjol (agak besar); cembul; tombol; kenop”. Dalam hal ini, pentol korek atau ujung korek sering digunakan bergantian dengan ‘sumbu pendek’ yang bersifat mudah tersulut api.

Frasa ini lebih banyak digunakan netizen untuk merujuk pada kalangan fanatik agama yang dianggap ‘bersumbu pendek’ dan mudah tersulut kemarahannya oleh hal-hal yang dianggap menghina Islam atau ulama.

Kata ini dipakai untuk orang yang mudah marah dan mudah dimanfaatkan oleh kepentingan politik tertentu (tetapi kalau dikritik atau diberi masukan akan lebih marah-marah lagi).

sumber : bbcindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × three =