JIC, Padang Panjang — Kota Serambi Mekah tak hanya tersemat pada Aceh, Sumatera Barat juga memiliki kota yang dijuluki Serambi Mekah, yakni Padang Panjang. Terdiri atas dua kecamatan, kota kecil ini merupakan kota yang berada pada jalur silangdan terhubung dengan jalur lintas Sumatera.
Sehingga menjadikan kota ini berada pada posisi yang cukup strategis karena terletak pada lintasan regional antara Kota Padang dengan Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok dan Kota Solok.
Beragam potensi halal juga tengah dikembangkan untuk mewujudkan Padang Panjang sebagai kota Muslim. Bahkan jika merunut pada sejarah, Padang Panjang dikenal sebagai kota sekolah agama Islam pertama di Indonesia.
Istri Walikota Padang Panjang, Maria Feronika mengatakan Padang Panjang memiliki pendidikan sekolah agama terbaik yang namanya sudah tersohor di belahan dunia, yakni Islam Dinniyah Putri dan Sumatera Tawalib.
“Padang Panjang dikenal sebagai kota pesantren, di kota ini banyak sekali pesantren, salah satu pesantren yang terkenal adalah Sekolah Islam Dinniyah Putri dan Sumatera Tawalib,” ujar Maria saat di temui gomuslim usai jumpa pers di Indonesia Modest Fashion Week 2017, JCC, Sabtu (14/10/2017).
Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang merupakan pondok pesantren modern khusus putri yang terletak di Kota Padang Panjang, Sumatra Barat. Pesantren ini didirikan oleh Rahmah El Yunusiyyah pada1 November 1923.
Saat ini, Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang telah berkembang jauh dengan memiliki lima program pendidikan mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak sampai Sekolah Menengah Atas.
Selain dikenal sebagai kota pesantren, Maria menuturkan ada pula Institute Seni Indonesia (ISI) yang merupakan perguruan tinggi negeri seni terbaik di Sumater Barat. Beragam desainer modest fashion juga terlahir dari ISI.
“Beberapa desainer di IMFW kali ini banyak yang dari lulusan ISI,” kata dia.
Tak hanya unggul di bidang pendidikan, Maria menuturkan saat ini pihaknya tengah mengembangkan berbagai sektor wisata halal dengan cara memberdayakan rumah-rumah warga sebagai tempat bermalam wisatawan atau homestay.
“Beberapa kali kami menolak untuk dibangun hotel di Padang Panjang, hal ini menjadi cara kami untuk mempertahankan Padang Panjang sebagai kota yang ramah wisata halal,” pungkas Maria.
Kota yang terkenal dengan daging sapi dan kerbaunya yang lezat ini juga tengah mengencarkan kuliner halal. Salah satu makanan yang terkenal dari padang Panjang adalah Sate Ma’Masyur. “Semua makanan di sini halal, dan UKM di sini lagi digencarkan agar mendapat sertifikasi Halal MUI,” pungkasnya.
Sumber ; gomuslim.co.id












